Minggu, 22 Maret 2026

Polisi Keroyok TNI

BREAKING NEWS: Konflik Polisi Vs TNI Gorontalo Berakhir Damai, Murni Kesalahpahaman

Konflik antara anggota TNI dan dua polisi Papua Barat di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo akhirnya berakhir damai. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Konflik Polisi Vs TNI Gorontalo Berakhir Damai, Murni Kesalahpahaman
Humas Polres Gorontalo
TNI VS POLISI – Suasana Mediasi antara Anggota Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo dan Mantan Anggota Brimob Polda Papua Barat, Kamis (5/6/2025). Konflik anggota TNI dan Brimob berakhir damai. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Konflik antara anggota TNI dan dua polisi Papua Barat di Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo akhirnya berakhir damai. 

Proses mediasi berlangsung di Polres Gorontalo sekira pukul 15.00 Wita pada Kamis (5/6/2025).

Upaya tersebut dinilai dapat meredam ketegangan yang sempat terjadi antara anggota TNI dari Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo dan dua anggota Polda Papua Barat.

Dalam pertemuan mediasi tersebut, hadir langsung sejumlah pejabat di antaranya Dandim 1315 Kabupaten Gorontalo Letkol Arm Yudhi Ari Irawan, Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ide Bagus Tri, dan Kabag Ops Sat Brimobda Polda Gorontalo AKP RA Djafar mewakili Dansat Brimob Polda Gorontalo

Selain itu, kedua pihak yang sempat bersitegang, yakni Serma S dan Ipda AP juga dipertemukan.

Kedua pihak sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang permasalahan.

“Kami dari pihak TNI mengharapkan permasalahan semalam tidak berkelanjutan dan sudah berdamai," Letkol Yudhi.

Ia juga menjelaskan sudah mengumpulkan anggota sekaligus menyampaikan agar tidak memperpanjang permasalahan tersebut, terlebih melakukan tindakan balasan yang dapat merugikan institusi TNI/Polri. 

Sementara itu, AKP Djafar menegaskan bahwa satuannya tidak terkait dalam persoalan tersebut, meskipun Ipda AP diketahui pernah bertugas di Brimob Polda Gorontalo.

“Dari Brimob Polda Gorontalo, menegaskan bahwa terkait persoalan tersebut, pada intinya anggota kami tidak ada masalah. Bahkan sampai dengan saat ini sinergi dengan TNI berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, seluruh pimpinan yang hadir juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video kejadian yang telah beredar luas di media sosial. 

Mereka khawatir, konten tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Gorontalo.

“Kita ketahui bersama bahwa selama ini sinergi antara TNI-Polri sudah sangat baik, sehingga mari kita jaga bersama, demi kondusifitas Kamtibmas di wilayah Gorontalo,” beber Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ide Bagus Tri.

Baca juga: 7 Fakta Anggota Brimob Keroyok Seorang TNI di Gorontalo, Sopir Bentor Turut Jadi Korban

Awal kejadian

Kepala Penerangan Korem 133/Nani Wartabone Kapten Inf Suyono mengungkapkan kronologi pengeroyokan anggota TNI. 

‎Kapten Inf Suyono menjelaskan insiden bermula ketika anggota TNI menaiki becak motor (bentor) yang dikemudikan oleh Ical.

‎Saat memasuki perumahan di kawasan Polres Gorontalo, jalan yang dilewati bentor terhalang beberapa sepeda motor.

‎Anggota TNI itu kemudian meminta pemilik sepeda motor untuk memindahkan kendaraannya.

‎Namun, dua anggota Brimob yang berada di lokasi justru tersinggung karena permintaan anggota TNI itu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Anggota TNI Gorontalo Dikeroyok 2 Brimob Papua Barat Bersama 7 Warga

Ipda AP, anggota Polda Papua Barat yang sedang cuti di Gorontalo itu langsung memukuli anggota TNI dan sopir bentor.

‎Aksi kekerasan ini juga didukung tujuh warga di sekitar lokasi. Sehingga total sembilan orang yang mengeroyok dua korban.

‎"Karena oknum anggota Brimob itu mabuk, dia bareng temannya dan tujuh masyarakat memukuli anggota TNI," jelas ‎Kapten Inf Suyono ditemui TribunGorontalo.com pada Kamis (5/6/2025) pagi.

‎‎Kapten Inf Suyono mengatakan bahwa anggota TNI itu mengalami lebam di mata sebelah kiri.

‎“Jadi awalnya mereka nggak tahu dia anggota TNI. Setelah bilang ‘saya anggota’ baru berhenti dipukul,” ujar Suyono.

‎"Semalam anggota TNI karena tidak terima dilaporkan lah ke Polres Gorontalo, buat laporan karena pemukulan itu," tambahnya.

Meski sempat terjadi ketegangan, pelaku dan korban telah dipertemukan. Kini konflik dinyatakan berakhir.

Kapten Suyono berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali.

Hubungan TNI-Polri disebut selama ini harmonis. Apa yang terjadi di Polres Gorontalo adalah murni kesalahpahaman.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved