Kamis, 12 Maret 2026

Banjir di Pohuwato

Identitas Dua Penambang yang Tewas Akibat Terseret Banjir Bandang di Pohuwato Gorontalo

Banjir bandang di Pohuwato menyebabkan dua orang penambang tewas. Mereka sempat dilaporkan hilang pada Minggu (1/6/2025) sore. Ini identitasnya.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Identitas Dua Penambang yang Tewas Akibat Terseret Banjir Bandang di Pohuwato Gorontalo
Basarnas Gorontalo
PENAMBANG POHUWATO - Dua penambang di Kabupaten Pohuwato ditemukan tewas oleh tim Basarnas Gorontalo, Senin (2/6/2025). Kedua penambang itu berasal dari Gorontalo Utara dan Manado Sulawesi Utara 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Banjir bandang di Pohuwato menyebabkan dua orang penambang tewas.

Mereka sempat dilaporkan hilang pada Minggu (1/6/2025) sore.

Kedua penambang itu bernama Renol pria berusia 40 tahun berasal dari Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Sedangkan satunya lagi yakni Emin, pria berusia 27 tahun asal Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Awal mulanya Renol dan Emin serta delapan temannya sempat berusaha untuk menyebrangi sungai untuk menuju ke lokasi tambang di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada sekira pukul 18.00 Wita.

Baca juga: 46 Gempa Terjadi di Gorontalo Sepanjang Mei 2025, Wilayah Bone Bolango Paling Sering

Namun karena saat itu arus sungai deras akibat banjir bandang membuat Renol dan Emin hilang keseimbangan dan terbawa arus sungai.

Teman-temannya pun mencoba mencari keberadaan mereka di sekitar lokasi kejadian.

Proses itu berlanjut hingga pada Senin siang, namun Renol dan Emin ini belum juga di temukan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Penambang di Pohuwato Gorontalo Ditemukan Tewas Terseret Banjir Bandang

"Akhirnya salah satu rekan korban menghubungi BPBD Pohuwato, dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo,” ujar Heriyanto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo saat dikonfirmasi, Senin (2/6/2025).

Dari laporan tersebut, Tim SAR Gabungan pun langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.

Renol ditemukan pertama kali dalam keadaan meninggal dunia pada 14.10 Wita.

Sedangkan Emin ditemukan dua jam kemudian pada pukul 17.50 Wita dengan kondisi yang sama.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Pusat Pertokoan Dicoba Sistem One Way - Rahmat Wakili Gorontalo di Paskibraka

Kedua jenazah ini langsung dievakuasi di Rumah Sakit Bumi Panua sebelum diserahkan ke keluarganya masing-masing.

"Saat ini telah diserahkan kepada keluarga masing-masing," lanjutnya.

Dari pengalaman Enol dan Emin, Heriyanto mengimbau kepada masyarakat Provinsi Gorontalo yang beraktivitas di kawasan sungai untuk lebih berhati-hati terhadap potensi banjir bandang ketika musim hujan terjadi.(*)

 

(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved