Senin, 16 Maret 2026

Human Interest Story

Rahim Masili, Penjual Nike di Leato Utara Gorontalo, Berjualan Sejak Pagi Buta hingga Tengah Malam

Inilah kisah Rahim Masili (65), pedagang nike di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo. Rahim kerap berjualan nike sejak pukul 06.00 - 00.00 Wita set

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Rahim Masili, Penjual Nike di Leato Utara Gorontalo, Berjualan Sejak Pagi Buta hingga Tengah Malam
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
PEDAGANG NIKE--Kisah Rahim Masili (65) berjualan nike di sekitar jalan Leato Utara, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (31/5/2025). Rahim kerap berjualan nike sejak pagi pukul 06.00 - 00.00 Wita. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Inilah kisah Rahim Masili (65), pedagang nike di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo.

Rahim Masili tinggal di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat.

Untuk sampai ke lokasi tempatnya berjualan nike, dirinya kerap melintasi 13 kilometer (km) dengan jarak tempuh sekira 30 menit setiap harinya.

Rahim kerap berjualan nike sejak pukul 06.00 - 00.00 Wita setiap harinya jika musim nike.

Baca juga: Padahal Sering Dilintasi Pejabat Daerah Tapi Jalan di Desa Dunggala Gorontalo Dibiarkan Rusak Parah

Menurutnya, pembeli bisa saja datang kapan saja sehingga dirinya memberanikan diri pulang hingga larut malam.

Bahkan dirinya kerap sampai di rumah sekitar pukul 01.00 - 02.00 Wita.

"Saya berada di sini dari pagi buta hingga tengah malam," ungkapnya sembari menunggu pembeli.

Hembusan angin laut di malam hari tidak menggoyahkan Rahim menunggu orang yang akan membeli nikenya tersebut.

Meskipun dingin terus menyelimutinya, namun Rahim tak ingin menutup lapaknya sebelum pukul 00.00 Wita.

Baca juga: Keciduk Sembunyi di Lemari Kosan Cowok saat Razia, Remaja Perempuan Ini Ngaku Cuma Numpang Tidur

di Leato bukanlah mata pencahariannya satu-satunya, Rahim juga kerap berjualan ikan air tawar di halaman rumahnya.

Kadang pula dia berjualan di pasar.

"Saya kadang kalau tidak jual Nike saya jualan ikan tawar di sekitar rumah," jelasnya.

Kata Rahim, dirinya kerap meraup cuan sebesar Rp1 juta jika pembeli sedang ramai.

Namun, tidak menutup kemungkinan rahim pun mendapatkan keuntungan paling rendah sekitar Rp200 ribu sehari.

Hal ini tergantung pada pembeli dan faktor hujan.

Baca juga: BREAKING NEWS Satpol PP Kota Gorontalo Gelar Razia Indekos di Sejumlah Lokasi pada Malam Ini

Jika musim hujan, maka jumlah pembeli akan berkurang.

Apalagi tempat jualannya ukuran kecil dengan beratap terpal.

Untuk membunuh rasa kebosanan Rahim ketika berjualan dirinya memilih untuk tidur atau bahkan melamun.

Kadang juga ada teman-teman Rahim yang singgah mengobrol dengannya.

Hal itu dilakukannya karena Rahim tak memiliki handphone.

Baca juga: Dari Teman Kecil Jadi Pasangan Hati: Kisah Cinta Venny Rosdiana Anwar dan Tony Junus

"Ya tidak berbuat apa-apa, duduk-duduk saja, melamun, soal sepi tentu sepi tapi mau ngapain juga. Kadang-kadang ada teman-teman yang datang," terangnya.

Perihal makanan, Rahim kerap diberikan makanan oleh warga sekitar, namun kadang juga sang istri memasak untuknya.

Harga nike yang dijualnya bervariasi tergantung ukuran.

Untuk ukuran dua kaleng dibanderol Rp15 ribu sedangkan jika per kilogram dibanderol Rp30 ribu.

Baca juga: Hiu Paus Botubarani Gorontalo Jadi Primadona, Artis dan Pejabat Ramai-Ramai Berkunjung

Rahim mengaku susah senang menjadi pedagang telah ia lalui.

Ia pun bersyukur sampai dengan sekarang masih bisa berjualan untuk istri di rumah dan tidak membenani ketiga anaknya yang telah menikah.(*)

 

(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved