Selasa, 3 Maret 2026

Trump Pecat Musk dari Jabatan Tinggi, Kontroversi Narkoba dan Lebam Misterius Warnai Perpisahan

Drama politik Amerika Serikat kembali memanas! Presiden Donald Trump secara resmi mencopot Elon Musk dari posisinya sebagai Kepala Departemen Efisiens

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Trump Pecat Musk dari Jabatan Tinggi, Kontroversi Narkoba dan Lebam Misterius Warnai Perpisahan
XX
MUSK MUNDUR - Keluar dari kabinet Donald Trump, Elon Musk sang miliarder eksentrik yang dikenal sebagai CEO Tesla, SpaceX, dan pemilik platform X, menyatakan akan fokus pada bisnis pribadinya. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Drama politik Amerika Serikat kembali memanas! Presiden Donald Trump secara resmi mencopot Elon Musk dari posisinya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) dalam pertemuan di Oval Office, Jumat lalu.

Masa jabatan Musk yang penuh kontroversi dan kebijakan radikal pun berakhir.

Musk, sang miliarder eksentrik yang dikenal sebagai CEO Tesla, SpaceX, dan pemilik platform X, menyatakan akan fokus pada bisnis pribadinya.

Namun, Trump menegaskan bahwa pengaruh Musk di pemerintahannya belum sepenuhnya pudar.

"Elon sebenarnya tidak pergi," ujar Trump, "Ia akan terus terlibat."

Dalam acara perpisahan yang penuh simbolisme, Trump memuji Musk sebagai arsitek reformasi birokrasi terbesar dalam beberapa dekade.

Musk, dengan santai mengenakan topi "DOGE" dan kaus "The Dogefather," menerima sanjungan Trump.

"Elon telah bekerja tanpa lelah dalam memimpin program reformasi pemerintahan paling menyeluruh dan berdampak dalam beberapa dekade," puji Trump.

Musk juga menerima kunci simbolis dari presiden dan menyatakan keyakinannya pada kinerja tim DOGE.

"Tim DOGE melakukan pekerjaan luar biasa, dan mereka akan terus melakukannya," katanya.

Namun, masa jabatan Musk diwarnai kontroversi. Pemangkasan anggaran besar-besaran, termasuk pada lembaga bantuan internasional USAID, diduga menyebabkan ratusan ribu kematian global, menurut penelitian Universitas Boston.

Target penghematan triliunan dolar yang dijanjikan Musk pun meleset jauh.

Hubungan internal Gedung Putih juga memanas. Kritik terbuka Musk terhadap kebijakan anggaran Trump memicu kemarahan pejabat tinggi, termasuk Stephen Miller.

Namun, di depan publik, Trump tetap menampilkan citra persahabatan.

Perpisahan Musk semakin dramatis dengan laporan The New York Times yang mengungkap dugaan penggunaan narkoba berlebihan selama kampanye 2024.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved