Rabu, 18 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Taruna Remaja Food Court Gorontalo Sepi Pembeli, Dewi Ali sampai Gadai Motor dan HP demi Bertahan

Dewi Ali, pedagang di Taruna Remaja Food Court mengeluhkan sepinya pembeli. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Taruna Remaja Food Court Gorontalo Sepi Pembeli, Dewi Ali sampai Gadai Motor dan HP demi Bertahan
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KELUHAN PEDAGANG - Dewi Ali pedagang Taruna Remaja Food Court. Dewi Ali mengeluhkan sepinya pengunjung di Taruna Remaja Food Court. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu) 

"Maksud saya nanti kalau ada kelebihan nanti kami bayar," harapnya.

Kondisi ini membuat Dewi rindu masa di mana mereka berjualan di lapangan tenis. Kala itu, pembeli masih ramai.

Sekalipun kondisi hujan, para pelanggan tetap datang. Namun kini pembeli dapat dihitung dengan jari. Mereka kebanyakan berkunjung setelah salat isya.

Menurunnya jumlah pembeli memaksa Dewi untuk memberhentikan karyawannya karena ia tidak sanggup membayar gaji mereka. 

"Saya ini sudah patah modal. Barang saya seperti HP dan motor suami saya sudah saya gadaikan untuk modal," bebernya.

Baca juga: Fakta-fakta Pengendara Tewas Dilindas Truk di Boalemo Gorontalo, Hartono Mopangga Gagal Manuver

Dewi juga kesulitan pindah tempat berjuala karena menurutnya hampir semua lokasi di Kota Gorontalo memiliki biaya sewa yang tinggi.

Dewi sudah belasan tahun berdagang di kawasan Taruna Remaja Gorontalo. Namun, tiga bulan terakhir sejak berganti nama Food Court menjadi masa tersulit yang pernah Dewi alami. 

Ia menyebut pihak pengelola Food Court sempat menjanjikan akan digelar hiburan seperti live music untuk menarik pengunjung. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

"Jadi kami hanya minta keringanan biaya saja dan pemerintah pikirkan bagaimana tempat ini bisa ramai," tutur Dewi.

Kartin Kunu, Pedagang Food Court, juga mengeluhkan kondisi serupa. 

Ia mengatakan minimnya pengunjung yang berdampak langsung pada pemasukan harian.

Menurutnya, setiap kali ada pembeli datang, para pedagang langsung berebut untuk menawarkan dagangan.

"Memang banyak pembeli yang protes tapi kami juga ini jarang sekali pelanggan yang datang," tutur Kartin.

Para pedagang kini hanya bisa berharap kepedulian pemerintah daerah guna memberikan solusi nyata. 

Hingga kini, TribunGorontalo.com masih mencari informasi dan kebijakan dari Disparpora Kota Gorontalo terkait keluhan para pedagang Taruna Remaja Food Court.

 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved