Kamis, 12 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Taruna Remaja Food Court Gorontalo Sepi Pembeli, Dewi Ali sampai Gadai Motor dan HP demi Bertahan

Dewi Ali, pedagang di Taruna Remaja Food Court mengeluhkan sepinya pembeli. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Taruna Remaja Food Court Gorontalo Sepi Pembeli, Dewi Ali sampai Gadai Motor dan HP demi Bertahan
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KELUHAN PEDAGANG - Dewi Ali pedagang Taruna Remaja Food Court. Dewi Ali mengeluhkan sepinya pengunjung di Taruna Remaja Food Court. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dewi Ali, pedagang di Taruna Remaja Food Court mengeluhkan sepinya pembeli. 

Meski baru tiga bulan berjualan, Dewi merasakan dampak signifikan.

Demi mempertahankan usahanya, Dewi mengaku rela menggadaikan barang pribadi seperti sepeda motor dan gawai (handphone) miliknya.

"Yang jadi permasalahan kita ini adalah kurang pengunjung," kata Dewi saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (29/5/2025).

Menurut Dewi, biaya sewa lapak di Taruna Remaja Food Court terbilang murah, yakni Rp 36 ribu.

Dewi sendiri menyewa dua lapak, sehingga biaya retribusi yang harus dibayarkan mencapai Rp 72 ribu. 

Biaya itu di luar dari tagihan air dan listrik. Sehingga secara keseluruhan, uang yang harus Dewi keluarkan setiap hari mencapai Rp 117 ribu.

Namun pemasukan Dewi dan pedagang lain justru tidak sebanding dengan pengeluaran mereka.

Pengunjung yang minim menjadi masalah utama, dan hal ini telah terjadi selama berbulan-bulan.

Belum lama ini, Dewi mengaku telah menerima surat dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo mengenai tunggakan retribusi lapak.

Surat itu berisi tuntutan terhadap para pedagang untuk segera melunasi retribusi kepada pemerintah.

"Batas waktu pelunasan tunggakan sampai dengan tanggal 31 Mei 2025. Apabila hingga tanggal tersebut belum dilakukan pelunasan maka dengan sangat terpaksa kami akan melakukan penutupan sementara tempat usaha, hingga kewajiban tersebut diselesaikan," kata Dewi sembari menunjukkan bukti surat yang diterimanya.

Dewi sendiri memiliki tunggakan lebih dari Rp 400 ribu. 

Kondisi ini membuatnya  tertekan. Pasalnya, pemasukan yang diperolehnya setiap hari tidak menentu. 

Ia pun kesulitan untuk memenuhi biaya sewa harian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved