Rabu, 11 Maret 2026

Tribun Podcast

Kisah Venny Rosdiana Anwar, Ingin Jadi PNS Tapi Malah Duduk di Kursi DPRD Provinsi Gorontalo

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar membagikan kisah perjalanan hidupnya dalam Podcast di Studio TribunGorontalo.com.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kisah Venny Rosdiana Anwar, Ingin Jadi PNS Tapi Malah Duduk di Kursi DPRD Provinsi Gorontalo
TribunGorontalo.com
TRIBUN PODCAST - Venny Rosdiana Anwar, anggota DPRD Provinsi Gorontalo saat Podcast di Studio TribunGorontalo.com, Kamis (29/5/2025). Venny menceritakan kisah dan perjalanan kariernya sebelum hingga menjadi anggota DPRD selama tiga periode. 

Ia pun menyadari bahwa tidak semua masyarakat bisa menerima kehadiran politisi. 

“Itu hal biasa dalam politik. Tapi saya percaya, kerja nyata akan selalu punya tempat di hati rakyat,” tegasnya.

Suksesnya Venny dalam karier politik tidak lepas dari sumbangsih sang suami. 

Ia mengaku, suaminya adalah guru politiknya, dari cara mengambil keputusan, memilih prioritas, hingga merumuskan kebijakan. 

“Beliau adalah mentor saya. Bapak itu lahir dari rahim PDIP juga, dan pernah jadi wakil bupati,” tutur Venny.

Pada kontestasi legislatif 2024, Venny kembali terpilih meski hanya menempati urutan ketiga perolehan suara. 

Sedangkan sang suami juga kembali meraih kursi Wakil Bupati mendampingi Sofyan Puhi.

Namun Venny tidak menutup mata terhadap tantangan yang ia hadapi sebagai ibu sekaligus politisi. 

Di awal-awal karier, ia merasa tertarik di antara tugas rumah tangga dan tanggung jawab sebagai anggota dewan.

“Pernah satu momen saya jemput anak dari sekolah. Waktu itu anak saya sangat bangga dijemput langsung oleh ibunya. Di situ saya sadar, pekerjaan saya ini kadang mencuri waktu berharga bersama keluarga,” kenangnya.

Baca juga: Taruna Remaja Food Court Gorontalo Sepi Pembeli, Dewi Ali sampai Gadai Motor dan HP demi Bertahan

Pengalaman tersebut menjadi titik balik. Ia mulai menjelaskan kepada anak-anak dan suaminya soal tanggung jawabnya, dan bagaimana mereka semua harus saling mendukung.

Dari semua pengalaman yang ia jalani, Venny menyimpulkan satu hal penting bahwa perempuan bisa sama hebatnya dalam dunia politik. 

Perempuan bisa berpikir strategis, menyerap aspirasi, dan berkontribusi nyata.

“Perempuan itu punya kekuatan yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Kita hanya perlu diberi kesempatan dan ruang,” pungkas Venny.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved