Tribun Podcast
Kisah Venny Rosdiana Anwar, Ingin Jadi PNS Tapi Malah Duduk di Kursi DPRD Provinsi Gorontalo
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar membagikan kisah perjalanan hidupnya dalam Podcast di Studio TribunGorontalo.com.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Venny-Rosdiana-Anwar.jpg)
Awal karier Venny dalam dunia politik saat sang suami mendaftarkannya sebagai pengurus PDI Perjuangan.
Hal itu tidak diketahui Venny, Tonny saat itu hanya mengatakan untuk keperluan berkas.
Baca juga: Jokowi Rebut Kursi Ketua Umum? PSI dan PPP Berebut Mantan Presiden
“Suami saya memasukkan saya ke dalam struktur partai tanpa saya tahu. Katanya cuma untuk keperluan berkas,” kenang Venny.
Venny yang saat itu tidak punya latar belakang politik mengaku panik.
Pasalnya, sejak dari kecil dirinya tak pernah bersentuhan langsung dengan politik.
Namun, dirinya tetap mengikuti arahan sang suami dan tetap bekerja di bank saat itu.
Kejutan itu belum berakhir. Pada Pemilu 2004, Tonny kembali mencalonkan Venny sebagai anggota DPRD Kabupaten Gorontalo untuk memenuhi syarat keterwakilan 30 persen perempuan.
“Saya tidak punya basic politik sama sekali. Tapi waktu itu sistem pemilu masih berdasarkan nomor urut, dan saya di urutan pertama," katanya.
Venny mengaku kaget serta bingung saat itu.
Pasalnya Venny tak berharap akan terpilih saat itu karena dirinya masih ingin menjadi PNS.
Baca juga: Smartphone Kelas Flagship Ini Ada Diskon Spesial di Akhir Mei 2025, Cek Harga HP Xiaomi 14
Tapi takdir membawa Venny ke tempat yang menurutnya asing saat itu.
"Suara saya tidak banyak, tapi saya terpilih,” ujarnya.
Setelah resmi menjadi anggota DPRD, Venny memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di bank.
Ia menyadari tanggung jawab baru melekat pada dirinya, meskipun hatinya masih berat karena ini bukan pilihan hidupnya.
Namun, Venny mengingat nasihat dari sang ayah untuk mengikuti alur hidupnya.