Rabu, 11 Maret 2026

Tribun Podcast

Kisah Venny Rosdiana Anwar, Ingin Jadi PNS Tapi Malah Duduk di Kursi DPRD Provinsi Gorontalo

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar membagikan kisah perjalanan hidupnya dalam Podcast di Studio TribunGorontalo.com.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kisah Venny Rosdiana Anwar, Ingin Jadi PNS Tapi Malah Duduk di Kursi DPRD Provinsi Gorontalo
TribunGorontalo.com
TRIBUN PODCAST - Venny Rosdiana Anwar, anggota DPRD Provinsi Gorontalo saat Podcast di Studio TribunGorontalo.com, Kamis (29/5/2025). Venny menceritakan kisah dan perjalanan kariernya sebelum hingga menjadi anggota DPRD selama tiga periode. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Venny Rosdiana Anwar mengaku sejak kecil dirinya bercita-cita menjadi seorang Pengawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu disampaikannya saat Podcast di Studio TribunGorontalo.com, Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Kamis (29/5/2025).

Dengan dipandu oleh Herjianto Tangahu dalam podcast tersebut, Venny dengan jujur bercerita tentang lika-liku perjalanannya hingga menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Venny merupakan putri asli Gorontalo, lahir serta tumbuh dan berkembang di bumi Serambi Madinah.

Venny menghabiskan masa kecil hingga remaja di Kota Gorontalo

Setelah lulus SMA, Venny melanjutkan kuliahnya ke Universitas Hasanuddin Makassar di tahun 1991.

Baca juga: Thariq Modanggu dan Nurjanah Yusuf Resmi Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilkada Gorontalo Utara 2024

Lima tahun kemudian, ia lulus dan kembali ke Gorontalo dan bekerja sebagai bankir di salah satu bank swasta selama enam tahun lamanya.

Itu merupakan awal perjalanan karier Venny setelah menempuh pendidikan.

“Tahun 1996 itu saya mulai bekerja di bank swasta,” ujar Alumnus SMA Negeri 1 Gorontalo ini. 

Meskipun sudah menjadi bankir, Venny mengaku masih bercita-cita ingin menjadi seorang PNS.

Alasannya, Gorontalo saat itu baru saja menjadi provinsi dan banyak membuka peluang kerja di sektor pemerintahan.

Sehingga Venny tak ingin menyia-nyaiakan kesempatan itu.

"Tapi sebenarnya, waktu itu cita-cita saya ingin jadi PNS,'' lanjutnya.

Tepat di tahun 2002, Venny menikah dengan Tonny Junus, pria yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Gorontalo periode 2024-2029.

Peran Tonny dalam perjalanan politik Venny sangat erat dan tidak bisa dipisahkan. 

Awal karier Venny dalam dunia politik saat sang suami mendaftarkannya sebagai pengurus PDI Perjuangan.

Hal itu tidak diketahui Venny, Tonny saat itu hanya mengatakan untuk keperluan berkas.

Baca juga: Jokowi Rebut Kursi Ketua Umum? PSI dan PPP Berebut Mantan Presiden

“Suami saya memasukkan saya ke dalam struktur partai tanpa saya tahu. Katanya cuma untuk keperluan berkas,” kenang Venny.

Venny yang saat itu tidak punya latar belakang politik mengaku panik. 

Pasalnya, sejak dari kecil dirinya tak pernah bersentuhan langsung dengan politik.

Namun, dirinya tetap mengikuti arahan sang suami dan tetap bekerja di bank saat itu.

Kejutan itu belum berakhir. Pada Pemilu 2004, Tonny kembali mencalonkan Venny sebagai anggota DPRD Kabupaten Gorontalo untuk memenuhi syarat keterwakilan 30 persen perempuan.

“Saya tidak punya basic politik sama sekali. Tapi waktu itu sistem pemilu masih berdasarkan nomor urut, dan saya di urutan pertama," katanya.

Venny mengaku kaget serta bingung saat itu.

Pasalnya Venny tak berharap akan terpilih saat itu karena dirinya masih ingin menjadi PNS.

Baca juga: Smartphone Kelas Flagship Ini Ada Diskon Spesial di Akhir Mei 2025, Cek Harga HP Xiaomi 14

Tapi takdir membawa Venny ke tempat yang menurutnya asing saat itu.

"Suara saya tidak banyak, tapi saya terpilih,” ujarnya.

Setelah resmi menjadi anggota DPRD, Venny memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di bank. 

Ia menyadari tanggung jawab baru melekat pada dirinya, meskipun hatinya masih berat karena ini bukan pilihan hidupnya.

Namun, Venny mengingat nasihat dari sang ayah untuk mengikuti alur hidupnya.

“Saya sempat merasa dilema, karena bukan ini yang saya impikan. Tapi ayah saya bilang, jalani saja dulu, mungkin ini anugerah,” kata Venny mengutip nasihat sang ayah.

Di awal Venny menjabat sebagai anggota DPRP Kabupaten Gorontalo ia mulai turun ke masyarakat untuk mengunjungi desa-desa di dapilnya, mendengarkan langsung keluhan dari warga. 

Lambat laun, ia mulai paham arti menjadi wakil rakyat dan mulai menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Pada Pemilu 2009, dengan sistem pemilihan yang telah berubah, Venny kembali maju dan berhasil mendapatkan suara terbanyak di Dapil Boliyohuto Cs. 

Saat itu, ia menghadapi pesaing-pesaing berat yang lebih senior.

Baca juga: Bocoran Bintang Liverpool Pengganti Cristiano Ronaldo di Al Nassr, Ini Rumornya!

“Ini jadi pertarungan harga diri. Saya harus bekerja keras dan menunjukkan kemampuan saya,” katanya.

Meski sempat diserang isu bahwa ia bukan berasal dari dapil yang diwakilinya, Venny membuktikan bahwa kedekatan dengan masyarakat jauh lebih penting dari asal-usul.

Ia pernah menjadi ketua DPC PDI Perjuangan dan menorehkan pertasi luar biasa. 

Mendulang enam kursi dan membuat PDI Perjuangan sebagai nahkoda di ranah legislatif Kabupaten Gorontalo

Tahun 2014, partai meminta Venny maju ke level provinsi demi regenerasi dan kaderisasi. 

Meskipun berat hati meninggalkan kabupaten, ia menyanggupi amanat tersebut. 

Ia berhasil lolos dari Dapil 4 (Gorontalo B) dan melanjutkan. Hasil yang sama juga ditorehkan pada pemilu 2019 dan 2024.

Venny dikenal dekat dengan masyarakat dapilnya. 

Ia tidak sekadar duduk di kursi dewan, tetapi rajin turun langsung menyerap aspirasi, terutama soal kesehatan dan akses layanan publik.

Baca juga: Viral! Asyik Live TikTok Saat Operasi Caesar, Dua Perawat di Jombang Dipecat Tak Hormat

“Ada satu warga yang menjelang akhir hidupnya, menelepon saya hanya untuk bertemu. Itu menyayat hati saya. Saya merasa kehadiran saya di mata masyarakat itu nyata dan berarti,” ujarnya. 

Ia pun menyadari bahwa tidak semua masyarakat bisa menerima kehadiran politisi. 

“Itu hal biasa dalam politik. Tapi saya percaya, kerja nyata akan selalu punya tempat di hati rakyat,” tegasnya.

Suksesnya Venny dalam karier politik tidak lepas dari sumbangsih sang suami. 

Ia mengaku, suaminya adalah guru politiknya, dari cara mengambil keputusan, memilih prioritas, hingga merumuskan kebijakan. 

“Beliau adalah mentor saya. Bapak itu lahir dari rahim PDIP juga, dan pernah jadi wakil bupati,” tutur Venny.

Pada kontestasi legislatif 2024, Venny kembali terpilih meski hanya menempati urutan ketiga perolehan suara. 

Sedangkan sang suami juga kembali meraih kursi Wakil Bupati mendampingi Sofyan Puhi.

Namun Venny tidak menutup mata terhadap tantangan yang ia hadapi sebagai ibu sekaligus politisi. 

Di awal-awal karier, ia merasa tertarik di antara tugas rumah tangga dan tanggung jawab sebagai anggota dewan.

“Pernah satu momen saya jemput anak dari sekolah. Waktu itu anak saya sangat bangga dijemput langsung oleh ibunya. Di situ saya sadar, pekerjaan saya ini kadang mencuri waktu berharga bersama keluarga,” kenangnya.

Baca juga: Taruna Remaja Food Court Gorontalo Sepi Pembeli, Dewi Ali sampai Gadai Motor dan HP demi Bertahan

Pengalaman tersebut menjadi titik balik. Ia mulai menjelaskan kepada anak-anak dan suaminya soal tanggung jawabnya, dan bagaimana mereka semua harus saling mendukung.

Dari semua pengalaman yang ia jalani, Venny menyimpulkan satu hal penting bahwa perempuan bisa sama hebatnya dalam dunia politik. 

Perempuan bisa berpikir strategis, menyerap aspirasi, dan berkontribusi nyata.

“Perempuan itu punya kekuatan yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Kita hanya perlu diberi kesempatan dan ruang,” pungkas Venny.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved