Jumat, 13 Maret 2026

Keracunan Makanan

Total 43 Warga Tumbang Keracunan di Acara Duka 40 Hari di Talumolo Gorontalo, Balita Jadi Korban

 Total sebanyak 43 warga alami gejala keracunan usai makan di sebuah acara duka peringatan 40 hari di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota G

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Total 43 Warga Tumbang Keracunan di Acara Duka 40 Hari di Talumolo Gorontalo, Balita Jadi Korban
FOTO: Mawar Datunsolang
KERACUNANA MAKANAN - Dian Tuntula, salah seorang warga yang juga sepupu dari pihak penyelenggara acara 40 hari. Belum diketahui penyebabnya, namun usai menyantap ayam suwir di acara ini, sebanyak 43 warga mengalami gejala keracunan. 

Reporter: Mawar Datunsolang dan Ziad Adam

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Total sebanyak 43 warga alami gejala keracunan usai makan di sebuah acara duka peringatan 40 hari di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Minggu (25/5/2025). 

Hingga Senin (26/5/2025) malam, enam orang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/5/2025), saat keluarga almarhum menggelar acara peringatan 40 hari.

Acara dimulai sejak pukul 11.00 Wita dan dihadiri oleh puluhan warga setempat.

Seusai menyantap hidangan diduga berupa ayam suir sejumlah tamu mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, dan nyeri perut.

"Acara mulai sekitar jam sebelas siang. Orang-orang mulai makan pada saat itu. Tapi rata-rata mulai terasa gejala itu sekitar jam dua siang,” kata Dian Tuntula, salah seorang warga yang juga sepupu dari pihak penyelenggara acara.

Gejala yang dialami warga bervariasi, mulai dari muntah-muntah, berak-berak hingga sakit perut.

Beberapa orang hanya mengalami gejala ringan dan bertahan di rumah, namun sebagian lainnya harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan karena kondisi memburuk.

 “Rata-rata mengalami muntah dan berak-berak. Ada juga yang cuma muntah, ada juga yang sakit perut. Hampir semua yang makan mengalami gejala, jadi total yang kena sekitar 43 orang,” katanya. 

Sebagian korban sempat mencoba bertahan di rumah.

Beberapa warga bahkan langsung menghubungi tenaga medis tanpa melalui rumah sakit karena gejalanya dirasa masih bisa ditangani di rumah.

Enam Orang Masih Dirawat, Termasuk Dua Balita

Dari hasil penelusuran, 16 orang awalnya dibawa ke Rumah Sakit Aloe Saboe, namun 14 di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

Dua pasien yang masih dirawat di RS Aloe Saboe merupakan balita.

Sumber: Tribun health
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved