Selasa, 17 Maret 2026

Keracunan Makanan

Dinkes Gorontalo Belum Pastikan Biang Keladi Keracunan Massal di Talumolo Gorontalo, Sampel Diuji

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo masih belum dapat menyimpulkan jenis makanan yang menyebabkan puluhan warga Talumolo, Kota Gorontalo, meng

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dinkes Gorontalo Belum Pastikan Biang Keladi Keracunan Massal di Talumolo Gorontalo, Sampel Diuji
Photo By Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
WARGA KERACUNAN--Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Shintia Rivai saat dikonfirmasi soal warga alami keracunan dan foto kantor BPOM Gorontalo, Rabu (28/5/2025). Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo masih belum dapat menyimpulkan jenis makanan yang menyebabkan puluhan warga Talumolo, Kota Gorontalo, mengalami keracunan massal usai menghadiri acara doa arwah.

Meskipun banyak dugaan mengarah pada hidangan ikan suwir, Dinkes menegaskan bahwa kepastian baru bisa didapatkan setelah hasil uji laboratorium sampel makanan keluar.

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Gorontalo, Shintia Rivai, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum adanya hasil resmi.

"Yang diduga awal ini karena ayam suwir ini belum bisa kita pastikan karena semua berdasarkan hasil sampel keluar lagi," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (28/5/2025).

Shintia menambahkan bahwa keracunan makanan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi mikrobiologi maupun kimia.

"Tapi kami tidak bisa men-judge (menyatakan) bahwa itu sudah benar-benar positif sebelum sampel itu keluar," tegasnya.

Adapun sampel makanan yang telah diambil untuk diperiksa meliputi air baku PDAM, sate, daging garo, kua bugis, ayam goreng, ayam suwir, mie goreng, dan nasi putih.

"Itu masih sementara menunggu hasil dari BPOM hasil sampelnya apa yang terkandung dalam makanan," jelas Shintia.

Saat ini, Dinkes Provinsi Gorontalo masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sembari melakukan identifikasi terhadap warga yang menghadiri acara doa arwah tersebut.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh warga yang hadir dalam acara tersebut untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat jika mengalami gejala keracunan.

Shintia menjelaskan kronologi awal kejadian, di mana pihaknya menerima laporan adanya warga yang diduga mengalami keracunan makanan setelah menghadiri hajatan doa arwah 40 hari.

"Pada hajatan 40 hari ini ada sajian makanan yang dimasak oleh warga, setelah pulang warga mengalami muntah dan BAB," terangnya.

Data terkini mencatat, sebanyak 15 orang sempat dilarikan ke RSUD Aloe Saboe, dengan rincian 13 orang rawat jalan dan dua orang rawat inap.

Selain itu, satu orang dirawat jalan di RS Sitti Khodijah, dan lima orang lainnya masih menjalani rawat inap di RS Multazam.

"Pas kejadian, teman-teman puskesmas langsung mengambil sampel makanan," tukasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved