Sabtu, 7 Maret 2026

Keracunan Makanan

6 Warga Talumolo Gorontalo Masih Dirawat Sejak Alami Gejala Keracunan Makanan di Acara 40 Hari

Enam warga Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, masih menjalani perawatan medis.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 6 Warga Talumolo Gorontalo Masih Dirawat Sejak Alami Gejala Keracunan Makanan di Acara 40 Hari
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
KORBAN KERACUNAN -- Seorang anak dirawat bapaknya. Anak ini jadi korban yang diduga gejala keracunan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Enam warga Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, masih menjalani perawatan medis hingga Selasa (27/5/2025).

Hal itu setelah mereka mengalami gejala keracunan makanan yang diduga dikonsumsi dalam acara arwah 40 hari pada Minggu (25/5/2025) lalu.

Peristiwa tersebut bermula saat keluarga almarhum menggelar peringatan 40 hari wafatnya salah satu anggota keluarga mereka.

Acara yang berlangsung mulai pukul 11.00 Wita itu dihadiri puluhan warga sekitar yang kemudian menyantap hidangan yang disajikan, salah satunya diduga berupa ayam suwir.

Beberapa jam setelah acara berlangsung, satu per satu tamu mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, nyeri perut, hingga diare.

Hingga kini, tercatat 43 orang mengalami gejala serupa, dengan enam di antaranya masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Orang-orang mulai merasa tidak enak badan sekitar pukul dua siang. Gejalanya bervariasi, ada yang muntah, berak-berak, sampai sakit perut. Hampir semua yang makan mengalami gejala,” ujar Dian Tuntula, warga setempat yang juga merupakan sepupu dari pihak penyelenggara acara, Senin (26/5/2025).

Dari total korban, 16 orang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Aloe Saboe.

Empat belas di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara dua pasien yang masih dirawat adalah balita.

Selain itu, empat korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Mutazam.

Sejumlah warga lainnya juga sempat mendatangi Kesdim atau Rumah Sakit Tentara, namun hanya menjalani rawat jalan.

“Jadi sekarang tinggal enam yang masih dirawat. Dua di Aloe Saboe dan empat di Mutajam. Yang lain kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang,” tambah Dian.

Menanggapi kejadian ini, tim gabungan dari BPOM, Dinas Kesehatan, Puskesmas Dumbo Raya, serta pihak kepolisian langsung turun tangan.

Mereka telah mengumpulkan keterangan dari warga dan keluarga penyelenggara serta mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Pihak kelurahan dan tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kebersihan makanan, khususnya saat menggelar acara besar yang melibatkan banyak orang.

Mereka juga mengingatkan pentingnya melapor segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved