Berita Viral
342 Siswa di Bandung Keracunan MBG, Ada bakteri Bacillus dan Jamur Candida di Makanan
Ratusan siswa di Bandung mengalami masalah kesehatan. Hal itu bermula dari Makanan MBG yang dibagikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Keracunan-MBG.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Ratusan siswa di Bandung mengalami masalah kesehatan.
Hal itu bermula dari Makanan MBG yang dibagikan.
Dilansir dari TribunJatim.com, siswa yang keracunan makanan itu berjumlah 342 siswa.
Hasil uji laboratorium pada sampel makanan MBG yang dibagikan pada 29 April 2025 itu akhirnya muncul.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo dan Virgo Besok Jumat 23 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan
Ternyata penyebab keracunan massal yang dialami oleh para siswa tersebut tidak lain dan tidak bukan lantaran adanya keberadaan jamur candia hingga bakteri bacillus.
Menu pada Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menyebabkan ratusan siswa di SMP Negeri 35 Kota Bandung mengalami keracunan massal dipastikan mengandung bakteri.
Seperti diketahui, total ada 342 siswa dan dua guru yang mengalami keracunan menu MBG pada 29 April 2025 tersebut hingga menyebabkan mereka mengalami berbagai gejala seperti mual, pusing, dan diare.
Baca juga: Naik Haji di Usia Senja, Pasangan Pensiunan Asal Gorontalo Utara Wujudkan Impiannya Sejak 2014
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, adanya bakteri pada menu MBG tersebut diketahui setelah pihaknya menerima hasil uji laboratorium sampel makanan dari Labkesda Jabar.
"Ya (hasil lab) sudah keluar, ada yang positif pada melon potong dan mixed vegetable. Ditemukan bakteri Bacillus dan jamur Candida," ujar Anhar saat dihubungi, Kamis (22/5/2025), seperti dikutip TribunJatim.com dari Tribun Jabar.
Anhar mengatakan, untuk mengetahui adanya bakteri itu pihaknya mengirimkan lima sampel MBG ke Labkesda Jabar sesuai menu pada hari itu yakni makaroni, kakap crispy, tempe barbeque, mixed vegetable, dan melon potong.
Baca juga: Kloter Terakhir Calon Jemaah Haji Gorontalo Tiba di Asrama, Gabungan Tiga Kabupaten
"Semua jenis makanan yang ada di menu hari itu kami kirimkan. Sekarang sudah jelas (hasilnya) dan MBG-nya dilanjutkan lagi," katanya.
Sebelum distribusi MBG kembali dilakukan, kata Anhar, pihaknya telah memberikan saran kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera melakukan perbaikan.
"Terakhir kami melakukan penilaian pada 12 Mei 2025 dan kami nilai faktor risikonya sudah menurun signifikan," ucap Anhar.
Menurutnya, pihak SPPG telah melakukan perbaikan dalam hal pengelolaan tersebut, sehingga mereka diizinkan kembali untuk memproduksi MBG yang didistribusikan ke setiap sekolah, termasuk SMPN 35 Bandung.
Baca juga: Karyawan Toko HP di Aceh Terancam Dicambuk Gegara Curi Uang Nyaris Rp1 M untuk Judi Slot
"Pihak dapur juga telah melakukan perbaikan yang signifikan. Setelah itu, pada 13 Mei 2025 kami persilakan untuk memproduksi lagi," ujarnya.
| Bu Atun Pilih Memaafkan, Respons Tak Biasa Guru Korban Dugaan Pelecehan di Purwakarta |
|
|---|
| Siswi SD Diduga Jadi Korban Oknum Guru di Sumedang, Sempat Dibawa ke Kos, Ini Motifnya |
|
|---|
| Tampang Hendrikus Rahayaan Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei di Bandara, Atlet Berprestasi |
|
|---|
| Terungkap! Penikaman Nus Kei Politisi Golkar Dipicu Dendam Lama Kasus 2020, Ini Kronologinya |
|
|---|
| Kronologi Penipuan TNI Gadungan di Sumedang, 250 Kg Telur Senilai Rp7,2 Juta Dibawa Kabur |
|
|---|