Berita Viral

342 Siswa di Bandung Keracunan MBG, Ada bakteri Bacillus dan Jamur Candida di Makanan

Ratusan siswa di Bandung mengalami masalah kesehatan. Hal itu bermula dari Makanan MBG yang dibagikan.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
TribunJabar.ID
BAKTERI DAN JAMUR - Sejumlah siswa memadati areal lapangan usai mengikuti upacara Hardiknas 2025 di SMPN 35 Bandung, Jalan Dago Pojok, Kota Bandung, Jumat (2/5/2025). Menu pada Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menyebabkan ratusan siswa di SMP Negeri 35 Kota Bandung mengalami keracunan massal dipastikan mengandung bakteri. 

Program MBG yang terus dilakukan dan didistribusikan kepada para siswa ini nyatanya masih berlanjut.

Selain pelajar Kota Bandung, ada pula kejadian keracunan massal yang dialami para siswa di Kota Bogor.

Puluhan Siswa SMP diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (7/5/2025).

Peristiwa itu terjadi di SMP Bosowa Bina Insani, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Total ada sekitar 36 siswa yang diduga mengalami keracunan tersebut.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Kebohongan Saksi Bikin Polisi Sulit - Update Kasus Polisi Aniaya Warga

Hal ini membuat pejabat terkait memberikan respon.

Terkait hal itu, Walikota Bogor, Dedie A Rachim, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk segera memantau proses pemeriksaan sampel sisa makanan maupun muntahan siswa, termasuk kemungkinan dari kebersihan nampan makan.

“Saya menekankan agar proses persiapan bahan dan pengolahan dilaksanakan secara aman, bersih, dan higienis,” ujar Dedie Rachim di Bogor, Rabu (7/5/2025).

Selain itu, Dedie Rachim juga menegaskan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani sebagai penyedia makanan agar lebih waspada dan berhati-hati serta menjaga kualitas sajian makanan bagi para siswa.

"SPPG Bina Insani mengelola 13 sekolah dengan total 2.977 porsi makanan," ujarnya.

Baca juga: Universitas Bina Taruna, Kampus Bersejarah yang Terus Berkontribusi untuk Pendidikan Di Gorontalo

Berdasarkan data yang diterima, lanjut Dedie, jumlah korban mencapai 36 orang dengan keluhan beragam, mulai dari mencret, pusing, muntah, demam, hingga sakit perut.

"Saat ini, mereka yang terindikasi keracunan telah mendapatkan perawatan," jelasnya. 

Adapun yang dirawat inap sebanyak 5 orang, rawat jalan 7 orang, dan keluhan ringan 24 orang.

Rincian pasien rawat inap adalah 2 siswa dan 3 guru dari TK Bina Insani. 

Sementara pasien rawat jalan terdiri dari 2 siswa dan 5 guru TK Bina Insani.

Sumber: TribunJatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved