Kasus Narkoba di Batam
Kronologi Penangkapan Kapal Thailand Bawa 1,9 Ton Narkoba ke Indonesia, Siapa Pemiliknya?
Kapal Thailand ditangkap saat membawa 95 karung narkotika yang terdiri dari 705 kg sabu dalam 35 karung kuning
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-video-kru-kapal-asing-berbendera-Thailand-ffffff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Kapal Thailand ditangkap saat membawa 95 karung narkotika yang terdiri dari 705 kg sabu dalam 35 karung kuning, dan 1.200 kg kokain dalam 60 karung putih.
Narkoba tersebut beratnya mencapai 1.905 kg atau 1,9 ton dikemas dalam bungkus teh China.
Kapal kemudian dikawal ke Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun.
TNI AL menyerahkan kasus ini ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri untuk penyidikan lebih lanjut.
Lima warga negara asing (WNA) yang ditangkap TNI AL karena menyelundupkan 1,9 ton narkoba tersebut.
Mereka masuk wilayah Indonesia menerima upah sekitar Rp 14 juta. Nominal tersebut berdasarkan keterangan awal para pelaku saat diperiksa petugas.
Meski dugaan kuat mereka adalah kurir, penyidik masih akan mendalami sejauh mana keterlibatan masing-masing tersangka.
Kelima WNA tersebut yakni nahkoda berinisial KS (53) warga Thailand, serta empat orang warga Myanmar berinisial UTT (65), AKO (41) KL (39) dan S (30).
Prajurit TNI AL menangkap mereka saat masuk secara ilegal ke perairan Indonesia di Selat Durian, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (13/5/2025) malam.
"Ini kan sifatnya belum penyidikan. Dan ini kan sifatnya kita baru bertanya ke mereka. Ponsel kami sita. Dari jawaban mereka kurang lebih jika dirupiahkan sekitar Rp 14 juta," ujar Panglima Komando Armada I, Laksamana Madya TNI Fauzi, Jumat (16/5/2025).
Asal Barang Masih Tanda Tanya
Asal-usul narkotika seberat 1,9 ton yang digagalkan TNI AL di Selat Durian, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), hingga kini belum diketahui.
Barang haram itu ditemukan di kapal ikan asing berbendera Thailand yang diamankan saat mencoba memasuki perairan Indonesia secara diam-diam pada Selasa (13/5/2025) malam.
Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Madya TNI Fauzi mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap dari mana barang tersebut berasal dan hendak dibawa ke mana.
"Tentang kapal ini mau kemana dan darimana masih dalam proses, dan akan terus kita dalami oleh penyidik, sampai mana tujuan sesungguhnya," ujar Fauzi saat konferensi pers di Mako Lantamal IV Tanjung Sengkuang Kota Batam, pada Jumat (16/5/2025).
kasus narkoba di Batam
kapal Thailand bawa narkoba
Laksamana Madya TNI Fauzi
Panglima Komando Armada
| Malam Tumbilotohe di Bone Bolango Bakal Terang, Lampu LED Membentang 2,5 Km |
|
|---|
| Tradisi Tumbilotohe Gorontalo, Mahasiswa UNG Siapkan 2.500 Lampu Botol |
|
|---|
| Iran Klaim Serang Pusat Data Amazon dan Pangkalan Udara AS di Bahrain |
|
|---|
| Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Banyak Negara Pilih Diam |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn Besok 16 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan |
|
|---|