Selasa, 3 Maret 2026

Berita Nasional

Tragis! Gadis 18 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Tiri Gara-gara Rentenir

Kabar duka menyelimuti Jorong Koto Gadang, Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tragis! Gadis 18 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Tiri Gara-gara Rentenir
TribunNews
PEMBUNUHAN ANAK TIRI - Seorang ayah tiri jadi buron gara-gara bunuh anak tirinya. Persoalannya sepele hanya karena keberadaanya dibocorkan ke rentenir. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kabar duka menyelimuti Jorong Koto Gadang, Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Seorang remaja perempuan bernama Anjelia Putri (18) tewas setelah menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya sendiri.

Diketahui, ayahnya tersebut berinisial R (43). Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin malam, 12 Mei 2025.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Purwanto Hari Subekti, mengungkapkan motif di balik tindakan keji tersebut.

Menurut penyelidikan, penganiayaan terjadi setelah Anjelia memberitahukan keberadaan ayah tirinya kepada rentenir yang mengejar utang R.

Tindakan Anjelia ini memicu kemarahan besar R, yang merasa terancam oleh para penagih utang.

Pertengkaran sengit antara pelaku dan korban dipicu oleh tunggakan cicilan pinjaman bank yang belum dibayar selama tiga bulan.

Anjelia meminta ayah tirinya untuk segera melunasi utang tersebut, namun permintaan itu justru berujung pada amarah R.

Dalam keadaan emosi yang tak terkontrol, R diduga melakukan pemukulan terhadap Anjelia hingga korban jatuh dan tidak sadarkan diri.

Setelah kejadian mengerikan itu, Anjelia segera dilarikan ke Puskesmas Koto Baru untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, sayang nyawanya tidak dapat diselamatkan. Saat ini, jenazah Anjelia masih menjalani proses otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Kapolres AKBP Purwanto Hari Subekti juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku R, yang melarikan diri setelah melakukan penganiayaan.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaku segera tertangkap dan diproses sesuai hukum," tegasnya.

Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dharmasraya dan Polsek Koto Baru, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Evi Hendri Susanto, saat ini masih melakukan pencarian di berbagai lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku.

Kasus tragis ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved