Korupsi Kanal Tanggidaa Gorontalo
BREAKING NEWS: 3 Tersangka Korupsi Proyek Kanal Tanggidaa Gorontalo Jalani Sidang Perdana Hari Ini
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kanal banjir Tanggidaa, Kota Gorontalo, akan menjalani sidang perdana hari ini, Rabu (14/5/2025
Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengadilan-Tipikor-Gorontalo-soal-kasus-korupsi-SPAM-Dunging-Selasa-1162024.jpg)
Lanjutan proyek kawasan pedestrian Kanal Tanggidaa tampaknya harus kembali ditunda.
Proyek lanjutan yang telah direncanakan sejak tahun lalu kemungkinan besar tidak dapat direalisasikan pada tahun 2025 ini akibat kebijakan pemangkasan anggaran belanja fisik dari pemerintah pusat.
Kawasan pedestrian yang membentang sepanjang 1 hingga 1,5 kilometer dari arah utara menuju Cittimall Gorontalo ini sebenarnya telah menyelesaikan tahap konstruksi utama.
Bahkan, tahap finishing pedestrian sudah dimatangkan dan dijadwalkan untuk dilaksanakan pada tahun ini. Namun, kendala anggaran dari pusat menjadi penghalang utama.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Maxmilian Lumentut, mengungkapkan bahwa adanya refocusing anggaran dari pemerintah pusat mengakibatkan alokasi dana untuk program khusus SDA menjadi nihil.
"Ada kebijakan dari pemerintah pusat, khususnya anggaran kegiatan fisik dipotong atau di-refocusing. Akibatnya, sementara ini semua alokasi anggaran program SDA dinolkan," ujar Maxmilian pada Rabu (19/3/2025).
Meskipun demikian, Max masih melihat adanya peluang proyek ini tetap berjalan jika mendapatkan alokasi dana dari pemerintah pusat. Namun, ia menekankan bahwa waktu pelaksanaan juga akan menjadi faktor penentu.
"Kalaupun nanti ada dana dari pusat, harus dilihat lagi waktu pelaksanaannya. Jika tidak memungkinkan, maka proyek ini akan tertunda hingga 2026," tegasnya.
Sebelumnya, proyek lanjutan pedestrian Kanal Tanggidaa telah dialokasikan anggarannya sejak tahun sebelumnya, mencapai Rp 4,9 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Pembangunan ini menjadi salah satu prioritas Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, termasuk pengadaan penerangan jalan di sepanjang kanal.
Kondisi di sekitar Kanal Tanggidaa saat ini cukup memprihatinkan. Debu beterbangan dan kemacetan sering terjadi karena pengendara hanya dapat menggunakan satu sisi jalan.
Padahal, pedestrian Kanal Tanggidaa diharapkan dapat menjadi salah satu pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat di Kota Gorontalo.
"Insya Allah kalau proyek ini selesai, pasti akan lebih baik, baik dari sisi tampilan maupun fungsinya," ungkap Max dengan optimisme.
Namun, Max tidak memberikan komentar terkait kemungkinan perluasan jalan di sekitar kanal, dengan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Bidang Bina Marga.
Kini, masyarakat Kota Gorontalo hanya dapat menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat, sambil berharap proyek penting ini tidak terus tertunda hingga tahun depan.(*)