Gempa Bumi
11 Gempa Bumi Guncang Sulawesi Sepanjang Rabu Dini Hari Ini 14 Mei 2025, dari Sulsel hingga Sulut
Sebanyak 11 gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi sepanjang Rabu (14/5/2025) dini hari.
Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TITIK-TITIK-GEMPA-Perlu-diketahui-titik-titik-merah-dan-kuning-ini-adalah-koordinat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Sulawesi – Sebanyak 11 gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi sepanjang Rabu (14/5/2025) dini hari.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan aktivitas gempa terjadi secara beruntun sejak pukul 00.26 hingga pukul 04.30 WIB, dengan magnitudo antara 1,9 hingga 3,7.
Getaran terkuat tercatat bermagnitudo 3,7, terjadi pada pukul 02.30 WIB di darat, 28 kilometer tenggara Poso, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer.
Wilayah ini mengalami gempa berulang, dengan dua gempa sebelumnya terjadi sekitar pukul 03.21 dan 03.30 WIB.
Gempa juga tercatat di kawasan pesisir dan laut sekitar Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Gempa pertama terjadi pada pukul 00.26 WIB bermagnitudo 3,5 di laut, 72 kilometer tenggara Bulukumba, Sulawesi Selatan, dengan kedalaman 10 kilometer.
Dua gempa lainnya menyusul pada pukul 01.06 dan 01.24 WIB di perairan tenggara Tutuyan (Sulut) dan Ondong, Kepulauan Sitaro, masing-masing berkekuatan magnitudo 3,0.
Mamasa, Sulawesi Barat, turut diguncang gempa bermagnitudo 2,9 pada pukul 04.16 WIB.
Gempa ini berpusat di darat, sekitar 8 kilometer tenggara Mamasa, dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran dirasakan masyarakat di Tawalian pada skala intensitas II–III MMI, yang menandakan guncangan lemah hingga ringan.
Sementara itu, wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mengalami rangkaian empat gempa dalam kurun setengah jam terakhir sebelum subuh.
Getaran terjadi di barat laut hingga barat daya daerah itu, dengan magnitudo antara 1,9 hingga 2,5 dan kedalaman dangkal sekitar 10 hingga 23 kilometer.
Seluruh aktivitas seismik tersebut tercatat tidak berpotensi tsunami. Meskipun kekuatan gempa tergolong rendah hingga menengah, frekuensi kejadian yang tinggi dalam waktu singkat menunjukkan adanya dinamika tektonik aktif di wilayah Sulawesi.
BMKG terus memantau perkembangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi lembaga tersebut.
Memahami Hubungan Kedalaman dan Magnitudo Gempa