Harga Beras Turun
Harga Beras Bakal Anjlok ke Titik Terendah, Indonesia Alami Alami Surplus Beras
Harga beras di dunia akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal itu dikarenakan negara penghasil beras akan memproduksi beras berlebihan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DOC-beras-Gorontalo.jpg)
Sejumlah negara eksportir, terutama Thailand dan Vietnam dikabarkan sedang ketar-ketir karena harga beras dunia sedang anjlok.
Baca juga: Cerita Syamsir, Pria Asal Makassar Jadi Dosen Serta Buka Usaha Kedai Kopi di Gorontalo
Penurunan harga global dimulai sejak India mencabut larangan ekspor gandum pada 2022.
Langkah ini disusul dengan peningkatan tajam produksi dan ekspor beras, sehingga menekan harga beras ekspor India ke titik terendah dalam 22 bulan.
Harga beras di Thailand pun jatuh ke level terendah dalam tiga tahun, sementara Vietnam mengalami harga terendah dalam hampir lima tahun.
Menurut laporan Reuters, harga beras global kini telah turun sepertiga dibandingkan puncaknya pada 2024. Presiden Asosiasi Eksportir Beras India BV Krishna Rao menyebutkan bahwa harga 5 % broken rice diperkirakan bertahan di kisaran US$390 per ton hingga akhir tahun karena membanjirnya pasokan.
Thailand yang selama ini menjadi eksportir andalan kawasan, kini mengalami tekanan hebat.
Harga murah beras India membuat ekspor Thailand pada kuartal I 2025 anjlok hingga 30 % , menjadi hanya 2,1 juta ton.
Baca juga: Cek Harga Beras, Gula dan Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret: Ada Potongan Khusus
Sepanjang 2025, ekspor diperkirakan turun 24 % menjadi 7,5 juta ton.
Penurunan harga gabah domestik sebesar 30 % pada Februari 2025 memicu gelombang protes dari petani Thailand.
Pemerintah setempat berupaya mengatasi gejolak ini dengan mengusulkan kerja sama bersama India dan Vietnam untuk menstabilkan harga dan melindungi petani lokal.
Vietnam yang sebelumnya sukses mengekspor 8 juta ton beras pada 2023, kini juga menghadapi tekanan akibat membanjirnya beras murah India dan hilangnya pasar Indonesia.
Ekspor Vietnam diprediksi turun 17 % menjadi 7,5 juta ton pada 2025.
Baca juga: Promo Harga Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret 9 Mei 2025: 2 Liter Hanya Rp30 Ribuan
Dalam Forum Ekonomi Beras ASEAN di Hanoi pada Maret 2025 lalu, Menteri Pertanian Vietnam Le Minh Hoan menyatakan Vietnam tengah berupaya memperluas pasar ekspor ke Timur Tengah dan Afrika, serta mendorong ekspor beras premium untuk bertahan di tengah persaingan harga yang ketat.
Hal serupa terjadi di Kamboja. Dalam pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta pada 5 Mei 2025, Presiden Senat Kamboja Hun Sen menyatakan bahwa Kamboja kini kehilangan pasar penting karena Indonesia tidak lagi mengimpor beras.
Hun Sen mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam ketahanan pangan, namun menegaskan bahwa lonjakan produksi domestik Indonesia berdampak pada pasar regional.