Sabtu, 7 Maret 2026

Harga Beras Turun

Harga Beras Bakal Anjlok ke Titik Terendah, Indonesia Alami Alami Surplus Beras

Harga beras di dunia akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal itu dikarenakan negara penghasil beras akan memproduksi beras berlebihan.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Harga Beras Bakal Anjlok ke Titik Terendah, Indonesia Alami Alami Surplus Beras
TribunGorontalo.com
BERAS - Harga beras bakal anjlok. Hal itu dikarenakan beras akan mengalami surplus termasuk di wilayah Indonesia 

Kamboja kini berusaha mencari pasar baru ke Eropa dan Asia Timur untuk menyerap kelebihan stok beras, meskipun harus bersaing dengan harga murah dari India dan Vietnam.

Indonesia Cetak Rekor Produksi, Akhiri Impor Konsumsi

Berbanding terbalik dengan negara eksportir yang kini menghadapi tantangan besar, Indonesia justru sedang di atas angin. 

Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus dan Gemini Hari Ini Jumat 9 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan

Cadangan beras pemerintah menembus angka 3,5 juta ton per Mei 2025, tertinggi dalam 57 tahun terakhir, seluruhnya berasal dari produksi lokal tanpa tambahan impor beras medium. 

Prestasi ini merupakan hasil nyata dari strategi intensifikasi dan ekstensifikasi yang dijalankan pemerintah, termasuk percepatan tanam, pompanisasi, hingga penggunaan benih unggul.

Bulog juga berperan penting dalam menyerap produksi petani. 

Hingga Mei 2025, Bulog telah menyerap 1,8 juta ton beras dari petani, menjadi penyangga utama ketahanan pangan nasional. 

Pemerintah menyatakan bahwa produksi dalam negeri kini telah melampaui kebutuhan nasional, sehingga Indonesia tidak lagi melakukan impor beras konsumsi pada 2025. 

Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo dan Virgo Hari Ini Jumat 9 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan

Impor hanya dilakukan secara terbatas untuk keperluan khusus seperti hotel, restoran, dan kafe.

“Alhamdulillah, hari ini kita buktikan bahwa Indonesia bisa kuat stok berasnya. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal kedaulatan dan martabat bangsa,” tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga dukungan penuh dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kami bergerak cepat dengan strategi pompanisasi, mekanisasi, dan penyediaan benih unggul. Hasilnya nyata: kita tidak lagi impor beras konsumsi dan stok kita tertinggi dalam sejarah,” jelas Mentan Amran.

Sebagai catatan, Indonesia sebelumnya merupakan pengimpor beras terbesar kelima dunia pada 2023, dengan total impor 3,06 juta ton. 

Mayoritas diimpor dari Thailand (1,38 juta ton atau 45,12 % ) dan Vietnam (1,15 juta ton atau 37,47 % ). 

Tantangan dan Peluang: Kunci di Ketahanan dan Kolaborasi

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved