Harga Beras Turun
Harga Beras Bakal Anjlok ke Titik Terendah, Indonesia Alami Alami Surplus Beras
Harga beras di dunia akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal itu dikarenakan negara penghasil beras akan memproduksi beras berlebihan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DOC-beras-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Harga beras di dunia akan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Hal itu dikarenakan negara penghasil beras akan memproduksi beras berlebihan.
Sehingga stok beras pun akan melimpah.
Hal itulah yang menjadi pemicu utama harga beras akan mengalami penurunan.
Baca juga: Katalog JSM di Alfamart Berlaku hingga 15 Mei 2025 : Ada Potongan Harga Khusus di Minyak Goreng
Dilansir dari Tribunnews.com, Kondisi ini cukup mengguncang eksportir besar, seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja yang mengandalkan pasar tradisional, termasuk Indonesia.
Namun, di tengah tekanan global ini, Indonesia justru mencetak tonggak sejarah, yakni mencatatkan rekor produksi tertinggi dan berhasil keluar dari ketergantungan impor beras konsumsi.
Bahkan, Indonesia disebut mencetak rekor produksi tertinggi se-ASEAN.
Berdasarkan Rice Outlook edisi April 2025 dari USDA, Indonesia menunjukkan performa luar biasa.
Produksi beras Indonesia pada musim 2024/2025 mencapai 34,6 juta ton beras giling, tertinggi di ASEAN, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar di kawasan, melampaui Vietnam dan Thailand.
Baca juga: Diskon Beras di Indomaret: 5 Kg Mulai Rp60 Ribuan, 2,5 Kg Rp30 Ribuan, Minyak Goreng Rp30 Ribuan
FAO juga mencatat produksi beras global 2024/2025 mencapai rekor tertinggi sebesar 543,6 juta metrik ton.
Jika ditambah stok sebelumnya, total pasokan global menembus 743 juta ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi dunia yang berada di angka 539,4 juta ton.
India sendiri mencatatkan stok beras dan gabah pemerintah sebanyak 63,09 juta ton per 1 April 2025, lima kali lipat dari target 13,6 juta ton.
India diprediksi meningkatkan ekspor sebesar 25 persen, mencapai 22,5 juta ton pada 2025.
Ini membuat India menguasai lebih dari 40 persen pangsa ekspor global, melampaui gabungan ekspor dari Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Amerika Serikat.
Thailand, Vietnam, dan Kamboja Alami Tekanan Berat