Selasa, 10 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Syamsir, Pria Asal Makassar Jadi Dosen Serta Buka Usaha Kedai Kopi di Gorontalo

Syamsir (34) merupakan warga asli dari Desa Benteng Malewang, Kabupaten Bulukumba, Makassar, Sulawesi Utara. Syamsir rela merantau ke Gorontalo untuk

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Cerita Syamsir, Pria Asal Makassar Jadi Dosen Serta Buka Usaha Kedai Kopi di Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
HIS – Syamsir dari Desa Benteng Malewang, Kabupaten Bulukumba, Makassar merantau ke Gorontalo, Kamis (8/5/2025). Dengan tekat kuat ia kini ia menjadi salah satu dosen di Universitas Ichsan Gorontalo dan juga memiliki usaha warung kopi di Kota Gorontalo, 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Syamsir (34) merupakan warga asli dari Desa Benteng Malewang, Kabupaten Bulukumba, Makassar, Sulawesi Selatan.

Syamsir rela merantau ke Gorontalo untuk mengadu nasib.

Awalnya setelah lulus dari sekolah magister di Universitas Islam Makassar (UIN) tahun 2014 ia mulai mencari pekerjaan.

“Biasa setelah kuliah cari kerja umumnya begitu, karena posisi pada saat ini sudah selesai S2 Agribisnis Pertanian,” ungkapnya sembari meneguk kopi.

Semasa kuliah dirinya sudah mulai bekerja untuk menambah biaya.

Baca juga: Cek Promo Minyak Goreng 2 Liter Rp 30 Ribuan di Alfamart - Indomaret, Cuma Sampai 10 Mei 2025!

Syamsir pernah bekerja di Toraja, sebuah wilayah di ujung Sulawesi Selatan.

Dirinya saat itu bekerja sebagai pendamping kelompok tani, sebuah program dari kementerian.

Namun di tahun 2015 Syamsir memilih untuk mengundurkan diri demi menyelesaikan perkuliahannya.

“Karena persoalan ingin cepat menyelesaikan kuliah, akhirnya saya memutuskan mengundurkan diri itu tahun 2015,” jelasnya.

Setelah itu, Syamsir mencari pekerjaan lain untuk menyambung hidupnya.

Baca juga: Diskon Minyak Goreng 2 Liter di Alfamart Kamis, 8 Mei 2025: Semua Merk Hanya Rp30 Ribuan

Di 2016 dirinya beralih profesi menjadi seorang pedagang barang elektronik .

Pekerjaan itu pun tak lama digelutinya, sebab dirinya sakit dalam waktu yang tak cepat.

“Pada tahun 2016 akhir itu sempat sakit cukup lama, setelah sebulan sakit ada keinginan untuk kerja,” tuturnya.

Syamsir pun kepikiran untuk mengadu nasib ke negeri orang.

Diapun memulai segala persiapannya seperti memperdalam penguasaan bahasa Inggrisnya.

Baca juga: Cek Harga Beras, Gula dan Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret: Ada Potongan Khusus

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved