HTI di Gorontalo
PCNU Kabupaten Gorontalo Keberatan Eks Anggota Hizbut Tahrir Indonesia Lolos jadi Calon Sekda
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo keberatan atas keputusan tim panitia seleksi (pansel) Sekretaris Daerah (Sekda).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dewan-Ahli-ISNU-Arianto-Mopangga-Ketua-PW-ISNU-Gorontalo.jpg)
"Kalau ditanya ke saya, sejauh ini saya belum memilih," ungkap Sofyan Puhi.
Ia menjelaskan bahwa ketiga nama tersebut merupakan hasil penilaian Pansel, dan proses pemilihan Sekda masih panjang.
"Kenapa keluar tiga nama itu urusan pansel," ujarnya.
Bupati menekankan bahwa ia akan memilih salah satu calon setelah menerima rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Saya akan memilih salah satu ketika rekomendasi keluar dari BKN," tegasnya.
Sofyan Puhi menjelaskan tahapan seleksi, termasuk pengiriman nama ke BKN dan Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur.
Terkait potensi risiko stabilitas pemerintahan jika calon eks HTI terpilih, ia hanya menjawab singkat, "Namanya keputusan politik tentu berisiko."
Ia juga menolak berkomentar lebih lanjut mengenai dugaan riwayat salah satu calon.
"Administrasi formal sudah berjalan, saya akan melihat bagaimana tim pansel akan menilai itu atau tidak, saya tidak ingin berkomentar itu," terangnya.
Bupati memperkirakan pengiriman nama ke BKN akan dilakukan dalam 10 hari ke depan, dan meminta semua pihak untuk menunggu proses yang sedang berjalan.
"Kalau ditanya ke saya siapa yang dipilih itu belum," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui bahwa di antara tiga nama calon Sekda Kabupaten Gorontalo, rupanya ada eks Ketua HTI.
Adapun tiga nama calon sekda sesuai keputusan pansel itu adalah:
1.Dr. Abdul Manaf Dunggio, M.Si (Widyaiswara Ahli Madya Kabupaten Gorontalo)
2.Drs. Cokro Katili (Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo)
3.Sugondo Makmur, MH (Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone Bolango).
(*)