HTI di Gorontalo
PCNU Kabupaten Gorontalo Keberatan Eks Anggota Hizbut Tahrir Indonesia Lolos jadi Calon Sekda
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo keberatan atas keputusan tim panitia seleksi (pansel) Sekretaris Daerah (Sekda).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dewan-Ahli-ISNU-Arianto-Mopangga-Ketua-PW-ISNU-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo keberatan atas keputusan tim panitia seleksi (pansel) Sekretaris Daerah (Sekda).
Sebab, melalui keputusan itu, pansel meloloskan salah satu kandidat berlatar belakang eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ketua PCNU Kabupaten Gorontalo, Arianto Mopangga, menilai keputusan itu sangat memprihatinkan karena menyangkut isu serius terkait ideologi negara.
Ia menegaskan bahwa NU tidak akan tinggal diam jika ada indikasi penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan NKRI.
"Cuman memang NU sangat menyesalkan tim seleksi tidak selektif dalam meloloskan," tegas Arianto.
Ia menyebut tim pansel ini dibentuk untuk membantu meringankan kerja Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
"Ini justru tim seleksinya memberikan kerja yang berat, padahal menurut pandangan khalayak banyak tim seleksi itu memiliki kompetensi dalam urusan-urusan seperti ini," bebernya.
Namun meski demikian, ia percaya dengan penilaian dan keputusan Sofyan Puhi.
"Saya yakin pak bupati tidak mungkin akan mengambil keputusan yang bertentangan dengan ideologi dan pancasila," terangnya.
Ia pun hingga dengan saat ini masih tetap menunggu keputusan dari bupati sebab nama-nama itu masih akan melalui beberapa tahap.
Sebelumnya, PCNU Kabupaten Gorontalo telah mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menyepelekan isu-isu yang menyangkut ideologi.
Arianto juga menyatakan, jika keputusan yang diambil menyimpang dari hal tersebut, maka PCNU tidak segan akan mengambil posisi sebagai oposisi.
"Kalau menyimpang maka kami akan oposisi," tegas Arianto.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari tim pansel, namun Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi sudah menanggapi.
Menjawab pertanyaan wartawan TribunGorontalo.com, Senin (6/5/2025), Sofyan Puhi menegaskan bahwa dirinya belum menentukan pilihan dari tiga nama calon Sekda yang diajukan oleh Tim Panitia Seleksi (Pansel).
"Kalau ditanya ke saya, sejauh ini saya belum memilih," ungkap Sofyan Puhi.
Ia menjelaskan bahwa ketiga nama tersebut merupakan hasil penilaian Pansel, dan proses pemilihan Sekda masih panjang.
"Kenapa keluar tiga nama itu urusan pansel," ujarnya.
Bupati menekankan bahwa ia akan memilih salah satu calon setelah menerima rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Saya akan memilih salah satu ketika rekomendasi keluar dari BKN," tegasnya.
Sofyan Puhi menjelaskan tahapan seleksi, termasuk pengiriman nama ke BKN dan Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur.
Terkait potensi risiko stabilitas pemerintahan jika calon eks HTI terpilih, ia hanya menjawab singkat, "Namanya keputusan politik tentu berisiko."
Ia juga menolak berkomentar lebih lanjut mengenai dugaan riwayat salah satu calon.
"Administrasi formal sudah berjalan, saya akan melihat bagaimana tim pansel akan menilai itu atau tidak, saya tidak ingin berkomentar itu," terangnya.
Bupati memperkirakan pengiriman nama ke BKN akan dilakukan dalam 10 hari ke depan, dan meminta semua pihak untuk menunggu proses yang sedang berjalan.
"Kalau ditanya ke saya siapa yang dipilih itu belum," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui bahwa di antara tiga nama calon Sekda Kabupaten Gorontalo, rupanya ada eks Ketua HTI.
Adapun tiga nama calon sekda sesuai keputusan pansel itu adalah:
1.Dr. Abdul Manaf Dunggio, M.Si (Widyaiswara Ahli Madya Kabupaten Gorontalo)
2.Drs. Cokro Katili (Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo)
3.Sugondo Makmur, MH (Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone Bolango).
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.