Dapur MBG Ditutup
Gara-gara Pesan Kue dan Roti dari Luar, 2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup
Dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo terpaksa ditutup setelah serangkaian kasus makanan bermasalah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DAPUR-MBG-Suasana-di-dua-dapur-MBG-yang-ditutup-pemerintah-setelah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gorontalo ditutup setelah ditemukan kasus makanan bermasalah yang berasal dari pesanan luar, yakni roti dan kue.
- Kasus bermula dari temuan roti diduga berjamur di SDN 27 Kota Selatan, lalu disusul dugaan keracunan balita akibat kue sus di Tuladenggi.
- Pemerintah dan Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas menutup dapur karena pelanggaran standar dan demi menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo terpaksa ditutup setelah serangkaian kasus makanan bermasalah yang bersumber dari pesanan luar dapur.
Dua dapur tersebut yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Limba U, Kota Gorontalo, dan Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Penutupan ini tidak lepas dari temuan makanan tidak layak konsumsi, mulai dari roti diduga berjamur hingga kue yang memicu dugaan keracunan.
Kasus pertama mencuat di SDN 27 Kota Selatan, Kota Gorontalo, setelah beredarnya foto roti yang diduga berjamur dan dibagikan kepada siswa. Temuan itu langsung menuai perhatian publik.
Baca juga: Buntut Balita Keracunan MBG, 3 Pejabat SPPG Tuladengi Gorontalo Didesak Mundur
Dikonfirmasi TribunGorontalo.com pada Senin 16 Maret 2026, pihak SPPG Limba U Satu mengakui melakukan pengecekan.
Pihaknya pun menemukan sekitar 50 roti tidak layak konsumsi dari total produksi ribuan roti yang dipasok oleh pelaku UMKM lokal.
Roti tersebut segera ditarik dan diganti sebelum sempat dikonsumsi oleh para siswa.
Dari hasil evaluasi, kondisi roti diduga dipengaruhi proses produksi dalam jumlah besar.
Terutama karena roti ditumpuk dalam satu wadah sehingga memicu munculnya jamur.
Tak berselang lama, kasus lebih serius terjadi di Desa Tuladenggi.
Seorang balita dilaporkan mengalami muntah sesaat setelah mengonsumsi kue sus yang dibagikan dalam program MBG.
Kue sus atau di Gorontalo disebut "Susen", adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi vla, kustar, atau daging.
Kue sus dengan isi vla atau kustar disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau kustar yang berbahan baku susu mudah menjadi basi.
Baca juga: VIDEO Gorontalo Populer: Mudik Dikawal 1.760 Personel, Duka Keluarga Korban, dan Penertiban MBG
Kue tersebut diduga tidak lagi layak konsumsi. Selain memiliki kandungan fla yang mudah basi, kue itu juga diperkirakan telah diproduksi beberapa hari sebelum didistribusikan.