Dapur MBG Ditutup
Gara-gara Pesan Kue dan Roti dari Luar, 2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup
Dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo terpaksa ditutup setelah serangkaian kasus makanan bermasalah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DAPUR-MBG-Suasana-di-dua-dapur-MBG-yang-ditutup-pemerintah-setelah.jpg)
Ironisnya, kue tersebut diketahui dipesan dari luar tanpa koordinasi menyeluruh dengan mitra maupun pengelola lainnya.
Padahal sebelumnya, jenis makanan serupa sempat ditolak karena dinilai tidak tahan lama.
Menindaklanjuti kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Gorontalo langsung mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional SPPG di Tuladenggi untuk dilakukan evaluasi.
Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifl Talhumala, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran standar operasional dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
“Apabila ada SPPG yang melanggar SOP atau terjadi kejadian luar biasa, maka akan kami tutup sementara untuk evaluasi,” ujarnya.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah sebagai ketua Satgas MBG di Gorontalo mengungkapkan bahwa aspek kebersihan, kualitas bahan, hingga proses pengolahan merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar dalam program MBG.
“Penutupan ini karena ditemukan makanan tidak layak,” tegas Idah.
Ia menambahkan, langkah tegas tersebut diambil setelah sebelumnya pengelola dapur diberikan teguran dan pembinaan, namun pelanggaran masih terus terjadi.
Kasus beruntun ini menjadi peringatan bahwa pengawasan terhadap makanan dalam program MBG harus diperketat, terutama terhadap produk yang dipesan dari luar tanpa kontrol kualitas yang memadai.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk memastikan program MBG tetap berjalan sesuai standar, demi menjamin keamanan dan kualitas gizi bagi para penerima manfaat. (*)