Kades Pukuli Warga
Kades Buhu Gorontalo Terduga Penganiaya Warga Sudah Diperiksa, Polisi Akan Gelar Perkara
Kepala Desa (Kades) Buhu, Mohamad Daud Adam kini telah selesai diperiksa polisi.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kades-Buhu-aniaya-warga.jpg)
Saat ditanyai apakah Djakaria dihajar seketika, Daud membantahnya.
"Tidak, saya tidak langsung pukul. Saya juga ada rekaman cctv," akunya.
Dalam kondisi menegangkan itu, Djakaria menantang Daud untuk maju di hadapannya.
"Wajahnya dikasih lihat ke saya," ungkap Daud sembari menirukan gaya Djakaria.
Daud terpancing dan langsung menampar Djakaria.
"Dia (Djakaria) melawan. Jujur saya kena di bagian pipi, saya kena dua kali," ucap Daud.
Kades Buhu itu kembali memukuli Djakaria di bagian perut.
"Karena dia mukul saya maka saya pukul di bagian perutnya," tambahnya.
Situasi menjadi tak terkendali. Kemudian datanglah Danial.
Danial memohon kepada Daud supaya tidak memukuli Djakaria.
Daud lalu mengajak Djakaria masuk ke dalam kantor desa.
"Saya ajak dia masuk ke dalam untuk meminta maaf. Dia jujur menyampaikan permohonan maaf tapi caranya juga saya tidak suka, seperti saya dianggap temannya. Saya tersinggung karena banyak orang (melihat), saya tampar lagi," paparnya.
Namun Daud mengaku tidak pernah melontarkan ancaman pembunuhan kepada keluarga Danial.
"Ancaman saya akan bunuh itu tidak benar, sebodoh-bodohnya saya, mengeluarkan kalimat itu tidak mungkin," katanya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)