Berita Kabupaten Boalemo
Terbatasnya Tempat Wudu dan Parkiran, Remaja Masjid Al-Kautsar Boalemo Gorontalo Galang Dana
Diketahui sejak tujuh bulan terakhir, Remaja Mesjid ini aktif menggalang dana untuk pembangunan tempat wudu dan Parkiran di masjid tersebut.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdthdtyjrukjmjm.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Remaja Masjid Al-Kautsar di Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan fasilitas tempat ibadah di lingkungan mereka.
Diketahui sejak tujuh bulan terakhir, Remaja Mesjid ini aktif menggalang dana untuk pembangunan tempat wudu dan Parkiran di masjid tersebut.
Masjid Al-Kautsar kata mereka menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan utama di Desa Mohungo.
Bahkan di setiap pekan, terutama saat salat Jumat dan kegiatan pengajian, jamaah membludak hingga halaman masjid.
Baca juga: Berawal dari Hobi Suka Buat Kue, Dhamay Berhasil Jual Kue Buatannya hingga ke Luar Gorontalo
Namun, kurangnya tempat wudu dan parkiran menjadi kendala yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melihat kondisi ini, para remaja masjid tidak tinggal diam.
Mereka berinisiatif untuk memulai penggalangan dana secara mandiri, dimulai dari lingkungan terdekat.
Arif Abdul Azis, salah satu remaja masjid menjelaskan upaya mereka bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan juga bentuk kecintaan terhadap masjid dan semangat untuk berkontribusi dalam kebaikan.
"Kami ingin masjid ini menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun yang datang, baik untuk beribadah maupun bersilaturahmi," ujar Arif.
Dengan menggunakan metode pengumpulan data di depan masjid dan juga membuka donasi di media sosial, selama tujuh bulan remaja masjid ini berjuang mengumpulkan dana.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus dan Gemini Hari Ini Minggu 13 April 2025: Hati-Hati Keuanganmu
Respons masyarakat terhadap inisiatif ini pun positif.
Banyak warga yang turut membantu, baik dari sisi materi maupun dukungan moral.
Tak sedikit pula warga yang turut serta menyumbangkan tenaga untuk memulai pembangunan, meskipun masih dalam tahap awal.
Pembangunan tempat wudu yang dirancang oleh para remaja masjid ini juga mempertimbangkan aspek kenyamanan dan kebersihan.
Mereka berharap tempat wudu nantinya bisa digunakan oleh lebih banyak jamaah tanpa harus antre panjang, seperti yang sering terjadi sebelumnya.
Saat ini, dana yang terkumpul telah mulai digunakan untuk pembelian bahan bangunan seperti semen, batu, dan keramik.
Sebagian juga dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan awal tempat parkir, termasuk pengerasan tanah dan pembuatan drainase.
Baca juga: Warga Moodu Gelar Ketupat Dua Pekan Setelah Lebaran, Jadi Ajang Silaturahmi
Arif menambahkan bahwa proses pembangunan ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan dana yang tersedia.
Mereka juga tetap membuka pintu bagi para dermawan yang ingin membantu menyelesaikan pembangunan.
"Kami tidak menargetkan waktu selesai yang terlalu cepat. Yang terpenting, kami konsisten, dan masyarakat mendukung. Kami percaya, dengan niat baik dan kerja sama, semua ini akan terwujud," ucap Arif penuh harap.
Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan cinta terhadap rumah ibadah, Remaja Masjid Al-Kautsar terus melangkah maju.
Mereka percaya bahwa apa yang mereka lakukan hari ini, akan menjadi amal Jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga masa yang akan datang.
Baca juga: Siap-siap Bansos PKH Akan Cair Setelah Lebaran April 2025, Cek Informasinya Disini
Ahmad Puluhulawa, salah satu tokoh masyarakat, mengapresiasi semangat para remaja ini.
"Apa yang dilakukan anak-anak muda ini sangat membanggakan. Mereka bukan hanya bicara, tapi benar-benar bergerak untuk kemajuan masjid," katanya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti tempat wudu dan parkiran yang layak sangat dibutuhkan demi kenyamanan jamaah, apalagi saat kegiatan besar keagamaan yang mengundang banyak orang.
Sementara itu, Nuraini Lahinta, menilai bahwa gerakan ini menjadi contoh nyata semangat gotong-royong di tengah masyarakat.
Sehingga kegiatan mereka ini harusnya didukung oleh warga.
"Ini bukan untuk pribadi, tapi untuk kemaslahatan umat," ucapnya.
(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.