Selasa, 3 Maret 2026

Ketupat Gorontalo

Warga Moodu Gelar Ketupat Dua Pekan Setelah Lebaran, Jadi Ajang Silaturahmi

Meskipun sebagian besar daerah telah menuntaskan tradisi ketupat, warga di kawasan Masjid Nurul Hasanah, Jalan Taman Surya, Kelurahan Moodu, Kecamatan

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Moodu Gelar Ketupat Dua Pekan Setelah Lebaran, Jadi Ajang Silaturahmi
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
GEBYAR KETUPAT - Seorang anak tampak memegang dus untuk sumbangan kegiatan Semarak gebyar ketupat di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Sabtu (12/4/2025).FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo – Meskipun sebagian besar daerah telah menuntaskan tradisi ketupat, warga di kawasan Masjid Nurul Hasanah, Jalan Taman Surya, Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, tetap semangat menggelar Gebyar Ketupat, Sabtu (12/4/2025).

Kegiatan yang berlangsung dua pekan setelah Idul fitri ini memang didesain untuk ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. 

Sejak pukul 13.00 Wita, area pelataran masjid sudah dipenuhi masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara.

"Ini memang rutin kita laksanakan setiap tahun," ujar Heriyanto Umar, panitia kegiatan, kepada TribunGorontalo.com.

Gebyar ketupat ini menjadi ajang silaturahmi warga dengan kegiatan utama berupa doa bersama dan makan ketupat yang disiapkan secara gotong-royong oleh masyarakat sekitar.

Sebelum doa dan makan bersama, warga mengisinya dengan beragam lomba yang melibatkan seluruh lapisan warga.

Di antaranya lomba cungkel pinang, tangkap bebek, lari kelereng, dan tarik tambang.

Panitia juga menyiapkan satu lomba spesial untuk para ibu-ibu, yakni rebutan kursi.

"Yang paling penting itu adalah silaturahmi sesama kami warga di sini," kata Herdiyanto, salah satu panitia lainnya.

Meski hadiah yang disediakan bersifat sederhana, kebersamaan dan keceriaan yang tercipta menjadi esensi utama dari gebyar ketupat ini.

Warga berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai bentuk menjaga keharmonisan sosial dan nilai-nilai kekeluargaan di tengah masyarakat. (Jian*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved