Cap Go Meh di Gorontalo
Wali Kota Adhan Dambea Restui Cap Go Meh Di Bulan Ramadan Sebagai Simbol Toleransi
Adhan Dambea, Wali Kota Gorontalo dua periode mengakui ada dinamika dalam perizinan Cap Go Meh tahun ini.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ADHAN-DAMBEA-KLENTENG-CAP-GOMEH.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengakui adanya dinamika perizinan Cap Go Meh 2026 karena bertepatan dengan bulan Ramadan, namun tetap memberikan rekomendasi pelaksanaan.
- Ia menegaskan perayaan di TITD Tulus Harapan Kita tersebut bukan hal baru dan sudah lama menjadi tradisi masyarakat Gorontalo.
- Adhan juga menekankan bahwa pemerintah dan aparat bekerja untuk seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Adhan Dambea, Wali Kota Gorontalo dua periode mengakui ada dinamika dalam perizinan Cap Go Meh tahun ini.
Sebab, hari puncak Imlek tahun 2026 di Gorontalo tersebut bertepatan di momen Ramadan, bulan suci untuk umat Islam.
Meski begitu, sebagai pemerintah Adhan tetap mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan tradisi yang rutin digelar di Kota Gorontalo tersebut.
"Walaupun ada pro kontra, bagi kami tidak ada persoalan," ujarnya dalam sambutannya membuka perayaan Cap Go Meh di Klenteng Tulus Harapan Kita, Jl S Parman, Kelurahan Biawao, Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Baca juga: Cap Go Meh 2026 Kota Gorontalo Pecah, Barongsai hingga Tradisi Langga-Koko’o Hibur Warga
Menurutnya, situasi tetap bisa dikelola dengan baik, meski perayaan berlangsung di bulan suci Ramadan.
Adhan kemudian menegaskan bahwa Cap Go Meh bukanlah perayaan asing bagi masyarakat Gorontalo.
Ia mnyebut tradisi ini sudah lama melekat dalam kehidupan warga.
"Kami tau persis, yakin bahwa dari sejak kecil kami ini, namanya Cap Go Meh ditunggu-tunggu oleh masyarakat," katanya.
Yang menarik adalah ketika Adhan berbicara soal makna jabatan dan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah.
Ia menegaskan bahwa jabatan publik tidak berdiri untuk satu kelompok tertentu.
"Saya, pak Kapolres dan pak Dandim ini, bukan milik orang islam, kami semua adalah milik masyarakat," tegasnya.
Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa dalam menjalankan tugas, pemerintah dan aparat tidak boleh bertindak pilih kasih.
Terlebih, ia mengingatkan bahwa dirinya tidak dipilih hanya oleh satu agama saja, melainkan oleh seluruh masyarakat Kota Gorontalo.
Menutup sambutannya, Adhan menyampaikan ucapan selamat kepada umat yang merayakan.
"Atas nama pemerintah dan sekalu pribadi, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan selamat merayakan Cap Go Meh tahun 2026," ucapnya.
Ia berharap melalui perayaan tersebut, nilai-nilai kebersamaan semakin kuat. (*)