Berita Viral
Viral, Pacar Sang Ibu Tega Sekap dan Siksa 2 Balita di Kamar Kos-kosan Gegara Sering BAB
Penganiayaan berujung penyekapan ini dilakukan oleh pria di dalam kamar tempat tinggalnya di Kost Laksa, RT 12 RW 15 Kelurahan Pejagalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penganiayaan-gdhgstyuttrrt.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Penganiayaan berujung penyekapan ini dilakukan oleh pria di dalam kamar tempat tinggalnya di Kost Laksa, RT 12 RW 15 Kelurahan Pejagalan.
Dalam video memperlihatkan dua balita dalam kondisi memprihatinkan disekap di sebuah kamar kos menjadi viral di media sosial.
Peristiwa ini terjadi di Kost Laksa, RT 12 RW 15, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (5/4/2025), namun baru viral setelah dibagikan akun Instagram @infojktku, Kamis (10/4/2025).
Dalam rekaman video, tampak warga sekitar membuka paksa sebuah kamar kos dan menemukan dua balita dalam kondisi mengenaskan.
Salah satu balita terlihat duduk lemas dengan wajah penuh lebam dan kedua mata bengkak.
Perekam video terdengar menangis sambil menggendong anak tersebut keluar dari kamar sempit yang digunakan sebagai tempat penyekapan.
Informasi yang dihimpun dari Tribun Jakarta, kedua balita berinisial M (3) dan E (2) merupakan anak dari Grace Octaviani Hartono (31).
Baca juga: Modus Melindungi dari Gangguan Genderuwo, Pria di Banyumas Tega Cabuli Gadis Remaja
Pelaku penganiayaan adalah pacar sang ibu, Eka Chandra Wijaya (29).
Grace mengakui bahwa anak-anaknya mengalami penyiksaan fisik dari Chandra hanya karena masalah sepele—salah satunya karena anaknya buang air besar di atas kasur.
Kejadian tragis ini berlangsung pada Jumat (4/4/2025).
Grace menyebutkan bahwa saat itu ia sedang melatih anaknya untuk potty training, namun sang anak belum mampu berkomunikasi dengan baik sehingga buang air tidak pada tempatnya.
Hal ini membuat pelaku marah dan langsung menendang serta menjambak rambut korban hingga membenturkan kepala ke tembok.
Grace yang turut menyaksikan kejadian itu mengaku tidak berdaya melawan kekasihnya yang kerap melakukan kekerasan terhadap dirinya juga.
Rasa takut dan trauma membuatnya memilih kabur dari lokasi ke sebuah apartemen di Jakarta Barat.
Ia kemudian meminta bantuan kepada sekuriti kos, yang lantas mengajak warga untuk melakukan penggerebekan.