Kondisi Pasar Luluwo Gorontalo
Foto-Foto Pasar Rakyat Liluwo Gorontalo, Dulunya Ramai kini Memprihatinkan
Bagaimana tidak, dengan kondisi pasar yang sangat sepi membuat sejumlah para pedagang terjepit oleh perekonomian saat ini.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pasar-Liluwo-Gorontalo-shfjdshvjhsv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Pasar Liluwo Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang dulunya ramai pengunjung dan pedagang kini berbanding terbalik bahkan memprihatinkan.
Bagaimana tidak, dengan kondisi pasar yang sangat sepi membuat sejumlah para pedagang terjepit oleh perekonomian saat ini.
Banyak puluhan lapak milik pedagang memilih tutup, dan hanya terdapat beberapa lapak yang masih nampak aktivitas para pedagang.
Pantauan TribunGorontalo.com, sekitar 199 petak lapak di pasar Liluwo, hanya 8 petak yang masih aktif.
Sementara untuk lapak-lapak kecil seperti rempah-rempah hanya terisi 5 orang saja.
Baca juga: Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor Diamuk Massa di Jonggol, Satu Tewas
Baca juga: Nama 10 Korban Kecelakaan di Manado Sulawesi Utara, Mobi HRV Adu Banteng dengan Sigra
Pedagang sayur 3 orang, pedagang ikan 2 orang serta pedagang ayam hanya 2 orang.
Jika dilihat bagian tengah pasar Liluwo yang terisi, sementara di sisi timur dan barat sudah tertutup total tanpa adanya aktivitas pedagang maupun pembeli.
Dari Pantau Tribun Gorontalo.com, Sabtu (12/4/2025) hanya terdapat segelintir pengunjung yang berlalu lalang di area pasar tersebut.
Terlihat juga dari pantauan hanya sedikit pedagang yang berjualan dan lebih banyak lapak yang tertutup.
Rizal Eyato, Pedangan buah saat di wawancarai TribunGorontalo.com mengatakan bahwa kondisi pasar setiap harinya sangat sepi dari pengunjung.
"Sepi sekali pak, ini dari pagi sampai malam pun sama," ungkapnya.
Saat ditanyai soal keramain pasar hari apa, ia pun mengatakan bahwa pasar tersebut tidak pernah ramai.
"Tidak ada ramainya pak, hari Rabu paling sunyi seperti tidak ada orang, kalau Sabtu boleh lah, hampir sekitar sepuluh orang," terang Rizal.
Menurut Rizal sepinya pengunjung di pasar dikarenakan maraknya penjual di luar pasar.
Sehingga banyak warga yang lebih memilih untuk membeli di jalanan.
Baca juga: Disebut Bermasalah di Gorontalo Utara, Kaban Keuangan Meylan Tongkodu Ajukan Pindah Ke Kabgor
Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Minggu 13 April 2025, BMKG: 11 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat: Jabar, Dll
"Bagaimana bisa ramai, kalau lapak-lapak di luar banyak sekali, warga pasti lebih memilih ke situ daripada harus ke pasar lagi," bebernya.
Saat ini kata Rizal pendapatannya biasanya bisa sampai Rp3 juta per hari, turun hingga Rp1 juta per hari.
"Itu pun bisa sampai dibawa Rp1 juta pak, apalagi kami kan ada retribusi pasar, belum lampu dan lain-lain," bebernya.
Sementara itu Piti Lapasi mengungkapkan bahwa pendapatan yang bisa ia raup sejauh ini menurun drastis.
Piti sendir penjual keperluan dapur, yang dulunya pendapatan bisa mencapai Rp6 juta turun hingga Rp3 juta.
"Menurun sekali pak, tidak seperti biasanya padahal dulu itu ramai," jelasnya.
Ia menyebutkan hal ini dikarenakan banyaknya pasar liar yang memungkinkan menurunnya pembeli.
"Ini karena banyak pasar liar, kalau semua sudah ada di sana, buat apa mereka ke pasar kan," jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah tegas atas aturan yang berlaku.
Katanya, para pedagang di luar sana dimintakan untuk berjualan di pasar agar terpusat.
"Kami berharap agar para pedagang dipusatkan di satu tempat," harapnya.
(Reporter TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.