Gorontalo Tinggalkan Bank SulutGo
Sejumlah Tokoh Pemuda Boalemo Gorontalo Dukung Pemerintah Daerah Tarik Dana dari BSG
Langkah Pemda Boalemo untuk menarik seluruh dana dari Bank SulutGo mendapat dukungan dari berbagai kalangan khususnya para pemuda.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fdgh-dryje5yj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo - Langkah Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo untuk menarik seluruh dana dari Bank Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Selain dianggap sebagai langkah berani, keputusan ini juga dinilai sebagai momentum untuk mengevaluasi kemitraan dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Tokoh pemuda Boalemo, Kevin Sairullah mengatakan pengambilan keputusan tersebut adalah langkah tepat dan strategis.
Baca juga: Cekcok usai Pesta Miras, Pria Dungingi Kota Gorontalo Tewas Ditikam Teman Sendiri
Menurutnya, ini membuka peluang bagi perbankan lain untuk masuk dan menawarkan kemitraan yang lebih menguntungkan bagi daerah.
“Saya mendukung langkah Pemda Boalemo. Ini bukan sekadar soal tarik dana, tapi juga bentuk kontrol daerah terhadap mitra yang selama ini berjalan,” ujar Kevin, Jumat (11/4/2025).
Kata Kevin keputusan ini seharusnya menjadi momentum pembelajaran bagi daerah, khususnya dalam memperkuat pemahaman soal ekonomi dan perbankan.
Dengan tidak adanya perwakilan Gorontalo dalam jajaran komisaris BSG menjadi pengingat bahwa daerah perlu lebih aktif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya di sektor ekonomi.
Baca juga: Kesal Diteriaki Janji Palsu, Kades Buhu Gorontalo Tampar Warganya di Kantor Desa
“Bukan soal kompeten atau tidak, tapi ini jadi catatan bahwa kita perlu lebih berdaya dan punya posisi dalam urusan pengelolaan keuangan,” jelas Kevin.
Di Kabupaten Boalemo sendiri saat ini telah beroperasi sejumlah bank nasional seperti BRI, BNI, Mandiri, dan Bank Muamalat.
Dengan begitu, kata Kevin, Pemda memiliki banyak opsi untuk menjalin kemitraan baru sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah.
Ketua LSM Macan Asia Gorontalo, Kamarudin Kasim, turut menyambut baik langkah tersebut.
Baca juga: Dedi Mulyadi Dicegat Ibu-ibu Ojol, Keluhkan soal THR hanya Rp50 Ribu hingga Ekspliotasi Driver
Kamarudin menilai Kabupaten Boalemo sudah bisa mengambil kendali penuh atas pengelolaan keuangannya sendiri.
“Kalau kemitraan sudah tidak memberikan dampak strategis, maka lebih baik dialihkan ke lembaga yang benar-benar berpihak kepada kemajuan daerah,” ujarnya.
Kamarudin juga menawarkan saran berupa pembentukan bank baru khususnya Provinsi Gorontalo.
Katanya, Gorontalo saat ini sebenarnya memiliki peluang besar untuk membentuk bank daerah sendiri.
“Kita bisa buat bank sendiri. SDM kita banyak, dan pasar kita jelas. Tinggal ada keberanian dan political will dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” tegasnya.
Baca juga: Ekonom Muda Gorontalo Inkrianto Mahmud Ingatkan Risiko Tarik Dana dari Bank SulutGo
Dari kalangan masyarakat, muncul pula usulan agar Pemda tidak hanya memindahkan dana ke bank lain, tapi juga mempertimbangkan sistem keuangan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai lokal.
“Kalau bisa sekalian ke bank syariah. Lebih halal, tidak ada riba, dan bisa lebih berkah untuk daerah,” ujar Rizal Monoarfa, warga Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Menurut Rizal, masyarakat Gorontalo religius tentu akan lebih menerima sistem keuangan berbasis syariah.
“Ini bisa jadi momentum untuk perubahan ke arah yang lebih sesuai dengan karakter daerah,” tambahnya.
Baca juga: Miris Ancam Usir jika Tak Turuti Nafsu, Seoarang Ayah di Bekasi Lecehkan Dua Anak Kandung Sejak 2016
Pemda Boalemo sendiri belum mengumumkan secara resmi ke mana dana akan dialihkan.
Dua opsi yang disebut-sebut tengah dikaji adalah menggandeng bank syariah atau mendukung pembentukan bank milik daerah khusus Gorontalo.
Warga berharap agar langkah ini dilakukan secara transparan, melibatkan berbagai pihak, dan benar-benar membawa dampak positif bagi pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi di Boalemo. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.