Kriminal Gorontalo

Pemuda di Gorontalo Terancam Gagal Daftar TNI Akibat Dikeroyok hingga Bahu Kanan Terlepas

Muhammad Faiz Susanto (20), pemuda asal Kelurahan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh seorang preman

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
PENGANIAYAAN - Korban bersama kuasa hukumnya usai melaporkan terduga pelaku preman di Kota Gorontalo, Kamis (10/4/2025). Korban mengalami dislokasi bahu akibat dikeroyok seseorang yang diduga preman dan ayahnya saat melewati jalan Imam Bonjol, Limba B, Kota Selatan Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Muhammad Faiz Susanto (20), pemuda asal Kelurahan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, menjadi korban pengeroyokan.

Pengeroyokan itu diduga dilakukan oleh seseorang yang diduga adalah preman.

Insiden itu terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo pada Rabu 20 Maret 2025, sekitar pukul 17.30 Wita.

Baca juga: KPU Kabupaten Gorontalo Utara Terima 96.000 Surat Suara untuk Pelaksanaan PSU

Kejadian pengeroyokan itu bermula ketika Faiz pulang kerja melewati jalan yang kerap ia lalui setiap hari.

Di tengah perjalanan, ia dihentikan oleh seorang pria berinisial A melarangnya melintas dengan alasan ada pemasangan kanopi.

Faiz pun merespons dengan segera memutar balik kendaraannya dari lokasi tersebut.

Namun, kalimat penegasan yang diucapkan Faiz diduga membuat pelaku tersinggung hingga melayangkan dua pukulan kepadanya.

Baca juga: Tarik Dana Pemkot Gorontalo dari BSG, Adhan Dambea Sebut Ini Kebijakan Rasional Bukan Emosional

"Klien kami sudah berusaha menghindar, tapi tetap dipukul," ungkap Kuasa Hukum korban, Ramlan Yudistira Abas kepada TribunGorontalo.com, Kamis (10/4/2025).

Karena A langsung memukul tiba-tiba, Faiz pun langsung membalasnya hingga terjadilah baku pukul.

Warga pun berusaha melerai pengeroyokan tersebut.

Baca juga: Bacaan Doa Pagi Hari, Pembuka Rezeki Halal dan Berlipat Ganda

Baku pukul ini awalnya hanya terjadi antar Faiz dengan A, namun, ayah pelaku datang dan ikut mengeroyok Faiz.

"Namun, tiba-tiba ayah dari pelaku datang dan ikut memukul klien kami hingga bahu kanannya terlepas dan mengalami dislokasi," tambahnya.

Ramlan menyayangkan tindakan tersebut. Bahkan kata Ramlan, Faiz sempat meminta ampun karena sudah dalam kondisi terdesak.

Baca juga: Adhan Dambea Bakal Gandeng Sandiaga Uno dan Chairul Tanjung Bahas Pendirian Bank Baru di Gorontalo

Namun, tindakan kekerasan tetap dilanjutkan oleh ayah pelaku tanpa kompromi. 

Akibat insiden ini, Faiz terancam harus menunda impiannya untuk mengikuti seleksi TNI yang selama ini telah ia persiapkan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved