Selasa, 10 Maret 2026

Berita Nasional

Sosok Carlo Acutis, Remaja London yang Akan Menjadi Santo Milenial Pertama

Misa kanonisasi dijadwalkan pada Minggu, 27 April 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sosok Carlo Acutis, Remaja London yang Akan Menjadi Santo Milenial Pertama
Freepik
CARLO -- Lahir pada 3 Mei 1991 dari keluarga Italia kaya, Carlo dibesarkan di Milan. Sejak menerima Komuni Pertama pada usia tujuh tahun, ia menjalani hidup yang sangat dekat dengan iman: rutin menghadiri misa harian, berdoa rosario, dan berdevosi kepada Sakramen Mahakudus. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Carlo Acutis, remaja kelahiran London yang dikenal sebagai "influencer Tuhan", akan segera resmi menjadi santo pertama dari generasi milenial dalam Gereja Katolik.

Misa kanonisasi dijadwalkan pada Minggu, 27 April 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Lahir pada 3 Mei 1991 dari keluarga Italia kaya, Carlo dibesarkan di Milan.

Sejak menerima Komuni Pertama pada usia tujuh tahun, ia menjalani hidup yang sangat dekat dengan iman: rutin menghadiri misa harian, berdoa rosario, dan berdevosi kepada Sakramen Mahakudus.

Meski menikmati hobi khas remaja seperti bermain video game, mendaki gunung, dan bersosialisasi dengan teman, Carlo juga aktif mengajar katekismus dan membantu tunawisma.

Ia menggunakan keterampilan teknologinya untuk membuat pameran daring tentang lebih dari 100 mukjizat ekaristi dari berbagai penjuru dunia.

Pada Oktober 2006, Carlo mendadak jatuh sakit. Hanya sepuluh hari setelah didiagnosis menderita leukemia akut, ia meninggal dunia di usia 15 tahun.

Sesuai keinginannya, jenazahnya dipindahkan ke Assisi, kota suci Santo Fransiskus yang ia kagumi.

Kini, Carlo dikenang dalam sebuah kuil di Assisi, tubuhnya dipamerkan dengan pakaian santai: jeans, sepatu sneakers, dan sweatshirt, menampilkan sosok remaja biasa yang luar biasa.

Dari "Venerable" hingga "Santo"

Proses kanonisasi Carlo dimulai lebih dari satu dekade lalu atas prakarsa para imam dan sahabatnya.

Ia dinyatakan "Venerable" pada 2018 setelah diakui hidup dalam kebajikan heroik, lalu "Beato" pada 2020 berkat mukjizat kesembuhan seorang anak di Brasil melalui doanya.

Pada 2024, mukjizat kedua — kesembuhan total seorang mahasiswi asal Kosta Rika di Italia yang mengalami cedera kepala parah setelah kecelakaan sepeda — membuka jalan bagi pengangkatannya sebagai santo.

Disayang Jutaan Umat

Dalam setahun terakhir, lebih dari satu juta peziarah telah mengunjungi makam Carlo di Assisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved