Tribun Podcast

Podcast Tribun: Zakat untuk Siapa? "Mengenal Korupsi dan Solusinya"

Zakat ini dikategorikan dalam tiga hal, pertama zakat fitrah, zakat mal dan profesi. Secara umum, dia mengungkapkan zakat ini merupakan satu pemberian

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Podcast Tribun: Zakat untuk Siapa? "Mengenal Korupsi dan Solusinya"
Thumbnail YouTube TribunGorontalo.com
PODCAST TRIBUN--Dalam podcast Tribun Gorontalo dengan host Minarti Masombo mengupas tuntas zakat bersama Supandi Rahman, Dosen IAIN Gorontalo, pada Jumat (21/3/2025). Foto: Thumbnail YouTube TribunGorontalo.com 

7. Ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh.

8. Amil, yaitu orang yang menyalurkan zakat.

Selain itu Supandi mengungkapkan bahwa pada dasarnya perbedaan tafsir dari masing-masing tentu ada.

"Menurut ulama ini dan itu, tapi enaknya kita bernegara, kita sudah diberikan panduan delapan kategori oleh Baznas RI," ungkapnya.

Peran Zakat Mengatasi Kemiskinan

Ia menjelaskan bahwa menurut riset dibeberapa negara bahwa zakat mampu mengurangi kemiskinan.

Misalnya penelitian di Malaysia, dimana dikatakan zakat itu mampu mengurangi ke dalaman kemiskinan. 

"Jadi orang-orang yang miskin ekstrem ketika mendapatkan intervensi zakat dia naik lagi," bebernya.

Dia juga menuturkan menurut data di Indonesia bahwa zakat mampu mengurangi 1,7 hingga 2 persen kemiskinan yang ada di Indonesia.

"Dan itu dengan potensi zakat yang belum 100 persen terealisasi, kalau tidak salah potensi zakat kita itu ada Rp360 sekian triliun, terealisasi itu di bawah 10 persen," terangnya.

Dia menuturkan apabila potensi zakat dapat dimaksimalkan maka angka kemiskinan yang dapat ditekan oleh zakat itu sebanyak 20 persen.

"Nah bayangkan bagaimana baru Baznas yang sudah bisa menekankan kemiskinan 20 persen, belum lembaga-lembaga lain," katanya.

Maka dari itu, menurutnya hubungan zakat dan kemiskinan itu sangat erat kaitannya.

Pengelolaan Zakat Tepat Sasaran

Baca juga: Tak Cuma Gorden dan Sofa, Cat Rumah Juga Laku Keras jelang Lebaran Idul Fitri

Dijelaskan Supandi bahwa pengelolaan zakat ideal di Indonesia sudah lebih baik dari negara Islam lain.

Hal itu dikarenakan di Indonesia sudah memiliki cara menilai indeks zakat nasional.

"Atau tata cara menilai intervensi zakat itu sukses atau tidak," jelasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved