Gempa Myanmar

Korban Gempa Myanmar Tembus 1.000 Jiwa, Upaya Pencarian Terus Dilakukan

Korban-korban teridentifikasi setelah tim penyelamat menemukan lebih banyak jenazah di antara reruntuhan bangunan yang ambruk.

Editor: Wawan Akuba
Reuters
TIM PENYELAMAT -- Gempa Myanmar menyisakan reruntuhan dan korban yang kini menyentuh angka 1.000. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar melonjak hingga lebih dari 1.000 orang pada Sabtu (29/3/2024.

Korban-korban teridentifikasi setelah tim penyelamat menemukan lebih banyak jenazah di antara reruntuhan bangunan yang ambruk.

Gempa ini menghantam wilayah dekat kota terbesar kedua di Myanmar dan menyebabkan kehancuran luas.

Baca juga: Lonjakan Penumpang di Rute Gorontalo-Luwuk Capai 500 Orang, Pelabuhan Gorontalo Tambah Kapasitas

Menurut pernyataan resmi pemerintah militer Myanmar, jumlah korban tewas kini mencapai 1.002 orang, sementara 2.376 lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, 30 orang masih dinyatakan hilang. Pemerintah juga memperingatkan bahwa jumlah korban bisa terus bertambah karena proses pendataan masih berlangsung.

Situasi Makin Sulit di Tengah Konflik Berkepanjangan

Myanmar tengah menghadapi konflik sipil yang berkepanjangan, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah ada.

Ketidakstabilan ini membuat upaya bantuan semakin sulit, karena akses ke wilayah terdampak terbatas dan berbahaya.

Baca juga: Warga Ntobo Kota Bima Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ikuti Arahan Tuan Guru

Para ahli khawatir jumlah korban masih akan terus meningkat seiring dengan tantangan yang dihadapi tim penyelamat.

Gempa terjadi pada Jumat siang dengan pusat gempa tak jauh dari Mandalay, diikuti oleh serangkaian gempa susulan, termasuk satu yang berkekuatan 6,4 magnitudo.

Guncangan kuat tersebut merobohkan bangunan, merusak jalan, menghancurkan jembatan, dan bahkan menyebabkan jebolnya sebuah bendungan.

Dampak Meluas hingga Thailand

Dampak gempa tak hanya dirasakan di Myanmar, tetapi juga mengguncang Thailand, termasuk wilayah metropolitan Bangkok yang dihuni sekitar 17 juta orang.

Banyak warga di gedung-gedung tinggi merasakan guncangan hebat.

Otoritas Bangkok melaporkan enam orang tewas, 26 lainnya terluka, dan 47 orang masih dinyatakan hilang, sebagian besar berasal dari lokasi proyek konstruksi di dekat pasar Chatuchak yang populer.

Baca juga: 9.635 Pemudik Tinggalkan Gorontalo, Arus Mudik Lebaran 2025 Lancar

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved