Berita Viral
Pria di Bantul Ini Bunuh Pacarnya, Karena Masih Sayang, Dia Tidur Bersama Kerangkanya Selama 2 Pekan
Setelah dibunuh, pria bernama M Rafy Ramadhan itupun tinggal serta hidup bersama dengan jenazah pacarnya. Dia mengakui bahwa dia masih sayang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dgkmdfgnjkm.jpg)
Pada 7 Desember 2024, ia menemukan jenazah korban sudah menjadi kerangka.
Rafy kemudian memasukkannya ke dalam trash bag berlapis dan koper, lalu membawanya ke sebuah penginapan di Kaliurang, Sleman, untuk dibersihkan kembali.
Setelah itu, Rafy membawa kerangka tersebut ke rumah orang tuanya di Bantul.
Ia juga membakar beberapa barang milik korban, seperti selimut, pakaian, dan pernak-pernik, untuk menghilangkan jejak.
Pelaku Tenang Saat Diperiksa
Edy mengungkapkan, Rafy terlihat tenang saat diperiksa polisi.
"Dia tidak grogi sama sekali. Padahal, ini kasus besar," ujarnya.
Rafy diketahui berasal dari keluarga terpandang dan berkecukupan.
Kakeknya pernah menjadi pejabat pemerintah kalurahan di Bantul.
Namun, orang tua Rafy telah bercerai, dan ia tinggal bersama ibunya di Sabdodadi sebelum akhirnya kembali ke rumah ayahnya di Gading Lumbung.
Motif Masih Diselidiki
Polisi masih mendalami motif pembunuhan ini.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengatakan, "Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pelaku."
Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan kecurigaan mereka karena korban sudah lama tidak terlihat, sementara motornya digunakan oleh Rafy.
Kini, Rafy ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.
Dampak pada Warga Sekitar
Kasus ini menimbulkan shock di kalangan warga Gading Lumbung.
Edy mengaku, banyak warga yang tidak menyangka Rafy bisa melakukan tindakan keji seperti itu.
"Keluarga Rafy dikenal baik dan terpandang. Ini benar-benar di luar dugaan," ujarnya.
Sementara itu, keluarga korban dan keluarga pelaku masih berusaha memproses kejadian tragis ini.
Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi Enggal Dika Puspia, korban yang kehilangan nyawa dalam tragedi mengerikan ini. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com