Berita Viral
Pria di Bantul Ini Bunuh Pacarnya, Karena Masih Sayang, Dia Tidur Bersama Kerangkanya Selama 2 Pekan
Setelah dibunuh, pria bernama M Rafy Ramadhan itupun tinggal serta hidup bersama dengan jenazah pacarnya. Dia mengakui bahwa dia masih sayang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dgkmdfgnjkm.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pria di Bantul, Yogyakarta tega menghabisi nyawa sang pacar.
Padahal hubungan keduanya sudah berjalan lima tahun.
Setelah dibunuh, pria bernama M Rafy Ramadhan itupun tinggal serta hidup bersama dengan jenazah pacarnya.
Walaupun dengan bau yang sangat menyengat, dia tetap tidur hingga akhirnya kekasihnya tinggal kerangka.
Dilansir dari TribunMedan.com, Rafy mengakui bahwa dirinya masih menyimpan kerangka korban karena merasa masih sayang.
Baca juga: Selebgram Adelia Septa Alami KDRT dari Suami hingga Nyaris Meregang Nyawa, Mertua Seorang Pejabat
Hal itu diungkapkan oleh Rafy yang kini jadi tersangka pembunuhan gadis 23 tahun itu saat diperiksa oleh pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Bantul, Iptu Iqbal Satya Bimantara, menjelaskan bahwa hubungan antara pelaku dan korban terbilang sangat toxic.
“Tersangka merasa sangat mencintai korban sehingga sampai tulangnya disimpan. Mereka sudah menjalin hubungan selama 5 tahun, dan mulai hidup bersama pada 2020, meskipun belum menikah," ujar Iqbal di Mapolres Bantul, Selasa (25/3/2025).
Pelaku mengaku membunuh korban dengan cara dicekik pada 25 September 2024 di kontrakan mereka.
Baca juga: Pria di Banten Viral Gara-gara Ditemukan di Atas Pohon Beringin, Terpaksa Dibopong
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Nengah Jeffry Prana Widnyana, insiden tersebut terjadi ketika korban sedang menggoreng bakso dan meninggalkan kompor untuk membersihkan ruangan dengan menyapu
"Korban sedang menggoreng bakso namun ditinggal menyapu ruangan, di saat yang sama tersangka sedang mencuci piring. Namun, bakso yang digoreng gosong," jelas Jeffry saat dihubungi wartawan melalui telepon pada Jumat (21/3/2025).
Mengetahui bakso yang gosong, korban marah dan memukul pelaku dengan gagang sapu sebanyak lima kali.
Tindakan tersebut membuat tersangka marah dan berbalik untuk mencekik leher korban.
"Pelaku berbalik badan lalu mencekik leher korban dengan kedua tangan tersangka.
Korban mencoba meminta maaf dengan menyimpulkan tangan, namun tidak dilepas oleh tersangka, sehingga korban berusaha mencakar tersangka," ucap Jeffry.
Baca juga: Pantas Kades Ngamuk! Aparat Desa Ilangata Gorontalo Utara Tiga Bulan Belum Gajian
Setelah membunuh, tersangka menyimpan mayat korban dan sempat tinggal bersama jenazah hingga 9 Oktober 2024.
Karena bau yang sangat menyengat, Rafy akhirnya meninggalkan jenazah korban.
Pada 7 Desember 2024, sekitar pukul 13.00 WIB, Rafy memindahkan mayat tersebut karena masa kontrakan sudah habis.
Rafy mengungkapkan bahwa selama dua pekan setelah kematian korban, dia tinggal bersama jenazah meskipun sudah tidak tahan dengan baunya.
Sesekali, Rafy datang untuk mengisi token listrik di kontrakan tersebut, namun akhirnya harus pindah karena kontrakan telah berakhir.
“Saat saya membuka kamar itu, saya sudah melihatnya menjadi kerangka. Pada saat itu, saya sudah berniat untuk menguburnya, tetapi saya tidak memiliki lahan untuk itu,” ujar Rafy.
"Saya akhirnya memutuskan untuk menyimpan kerangka tersebut sampai saya menemukan tempat yang tepat untuk menguburkannya," tambahnya.
Jadi Tulang Belulang
Jasad gadis 23 tahun ditemukan sudah jadi tulang belulang dalam koper, berawal dari kamar kos yang dijadikan tempat oleh pacar habisi kekasih , pelaku dari keluarga terpandang atau bukan orang sembarangan.
Si gadis 23 tahun itu bernama Enggal Dika Puspita (23), ia adalah pacar atau kekasih dari M Rafy Ramadhan.
Ternyata, gadis 23 tahun itu merupakan korban pembunuhan dari pacar nya, dan kasus itu menggemparkanwarga Bantul, Yogyakarta, sejak September 2024.
Kini, kasus pembunuhan gadis 23 tahun itu terungkap dan misteri hilangnya gadis 23 tahun itu terpecahkan pada Kamis, (20/3/2025).
Selama 7 bulan, Rafy berhasil menghilangkan jejak kejahatannya, hingga jasad gdais 23 tahun itu membusuk hingga jadi tulang belulang.
Kejinya Rafy, ia membersihkan jasad Enggal Dika Puspita, memasukkannya ke dalam kantong sampah, dan memindahkan mayat tersebut ke rumah orang tuanya di Padukuhan Gading Lumbung, Donotirto, Kretek, Bantul.
Awal Terungkapnya Kasus
Kepala Dukuh Gading Lumbung, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Bantul, Edy Purnama, mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak mengetahui adanya kasus pembunuhan ini.
Ia baru tersadar setelah diminta polisi datang ke rumah orang tua Rafy pada Kamis (20/3/2025).
"Saya pikir ini kasus narkoba karena polisi memasang garis polisi di halaman rumah.
Ternyata, Rafy disuruh membongkar isi tiga trash bag dan dua koper besar," kata Edy, Jumat (21/3/2025).
Proses Penemuan Kerangka Korban
Edy menceritakan, polisi meminta Rafy memilah isi trash bag dan koper tersebut.
Di dalamnya, ditemukan kerangka manusia yang masih utuh.
"Tulang itu disusun rapi, dari tengkorak sampai ujung kaki. Tidak ada bau menyengat karena sudah dibersihkan," ujarnya.
Kerangka tersebut kemudian dibawa oleh tim Dokkes Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Edy, tulang itu sempat disimpan di jok motor milik korban sebelum akhirnya dibawa ke rumah orang tua Rafy.
Upaya Menghilangkan Jejak
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rafy membunuh Enggal Dika Puspia di sebuah kamar kos di Kalurahan Sabdodadi, Bantul, pada 25 September 2024.
Setelah membunuh korban dengan cara mencekik, Rafy membersihkan jenazah dan menyimpannya di kamar kosnya.
Namun, setelah dua minggu, bau menyengat mulai tercium.
Rafy pun memindahkan jenazah ke kontrakan temannya di Condongcatur, Sleman.
Pada 7 Desember 2024, ia menemukan jenazah korban sudah menjadi kerangka.
Rafy kemudian memasukkannya ke dalam trash bag berlapis dan koper, lalu membawanya ke sebuah penginapan di Kaliurang, Sleman, untuk dibersihkan kembali.
Setelah itu, Rafy membawa kerangka tersebut ke rumah orang tuanya di Bantul.
Ia juga membakar beberapa barang milik korban, seperti selimut, pakaian, dan pernak-pernik, untuk menghilangkan jejak.
Pelaku Tenang Saat Diperiksa
Edy mengungkapkan, Rafy terlihat tenang saat diperiksa polisi.
"Dia tidak grogi sama sekali. Padahal, ini kasus besar," ujarnya.
Rafy diketahui berasal dari keluarga terpandang dan berkecukupan.
Kakeknya pernah menjadi pejabat pemerintah kalurahan di Bantul.
Namun, orang tua Rafy telah bercerai, dan ia tinggal bersama ibunya di Sabdodadi sebelum akhirnya kembali ke rumah ayahnya di Gading Lumbung.
Motif Masih Diselidiki
Polisi masih mendalami motif pembunuhan ini.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengatakan, "Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pelaku."
Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan kecurigaan mereka karena korban sudah lama tidak terlihat, sementara motornya digunakan oleh Rafy.
Kini, Rafy ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.
Dampak pada Warga Sekitar
Kasus ini menimbulkan shock di kalangan warga Gading Lumbung.
Edy mengaku, banyak warga yang tidak menyangka Rafy bisa melakukan tindakan keji seperti itu.
"Keluarga Rafy dikenal baik dan terpandang. Ini benar-benar di luar dugaan," ujarnya.
Sementara itu, keluarga korban dan keluarga pelaku masih berusaha memproses kejadian tragis ini.
Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi Enggal Dika Puspia, korban yang kehilangan nyawa dalam tragedi mengerikan ini. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.