Berita Internasional
Krisis Politik di Turki Memanas! Lebih dari 1.100 Orang Ditahan, Termasuk Jurnalis
Ketegangan di Turki terus meningkat, dan dunia menunggu bagaimana Erdogan akan menanggapi krisis politik yang bisa menjadi tantangan terbesar dalam pe
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AKSI-PROTES-Seorang-demonstran-melakukan-unjuk-rasa-Hal-ini-menambah-ketegangan-di-Turki.jpg)
Di dalam negeri, mahasiswa dari berbagai universitas utama di Istanbul dan Ankara menyerukan boikot perkuliahan sebagai bentuk protes. Sore harinya, ribuan pemuda berkumpul di Pelabuhan Besiktas di Bosphorus, sebelum bergabung dalam aksi massa di depan Balai Kota Istanbul.
Pada Minggu malam, demonstrasi berubah menjadi bentrokan sengit dengan polisi antihuru-hara yang dilaporkan menendang dan memukul para demonstran.
Sebelum fajar menyingsing pada Senin, polisi menangkap 10 jurnalis Turki di rumah mereka, termasuk seorang fotografer AFP.
Menurut kelompok hak asasi manusia MLSA, mereka ditangkap karena meliput aksi protes, tindakan yang dikecam oleh istri Imamoglu, Dilek Kaya Imamoglu.
“Apa yang dilakukan terhadap pers dan jurnalis adalah masalah kebebasan. Kita tidak boleh diam,” tulis Dilek Kaya Imamoglu di platform X.
Pesan Tegas Imamoglu dari Balik Jeruji
Sejak Rabu (20/3), lebih dari 1.133 orang telah ditangkap karena aktivitas yang disebut sebagai “ilegal” oleh pemerintah.
Di antara mereka, terdapat dua pengacara yang sedang membela para demonstran yang ditahan, menurut laporan Asosiasi Pengacara di Kota Izmir.
Dari balik penjara, Imamoglu mengirimkan pesan menantang melalui pengacaranya.
“Saya mengenakan kemeja putih yang tak bisa kalian nodai. Saya memiliki tangan yang kuat yang tak bisa kalian patahkan. Saya tak akan mundur sejengkal pun. Saya akan memenangkan perang ini,” ujar Imamoglu.
Sementara itu, pemilihan internal CHP pada Minggu menunjukkan hasil yang mencengangkan.
Dari total 15 juta suara, lebih dari 13 juta berasal dari pemilih di luar anggota resmi CHP, menegaskan besarnya dukungan rakyat terhadap Imamoglu.
Sebagai respons terhadap gelombang protes yang semakin meluas, otoritas Turki telah berusaha memblokir lebih dari 700 akun di platform X guna meredam penyebaran informasi tentang aksi demonstrasi ini.
Ketegangan di Turki terus meningkat, dan dunia menunggu bagaimana Erdogan akan menanggapi krisis politik yang bisa menjadi tantangan terbesar dalam pemerintahannya selama lebih dari dua dekade.(*)