Kecelakaan Bus di Arab Saudi
Adakah Jemaah Gorontalo jadi Korban Kecelakaan Bus di Arab Saudi? Ini Jawaban Pihak Kanwil Kemenag
Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan bus yang mengangkut jemaah asal Indonesia.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/KECELAKAAN-BUS-DI-ARAB.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan bus yang mengangkut jemaah asal Indonesia.
Bus terbalik dan terbakar di wilayah Jeddah, Arab Saudi pada Kamis (20/3/2025) sekira pukul 13.30 waktu Arab Saudi (WAS).
Sebanyak 20 WNI menjadi korban, enam di antaranya meninggal dunia.
Berikut daftar korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus:
1. Audria Malika Adam (16 tahun)
2. Arelin Nawalia Adam, (22 tahun)
3. Dawan Mahmud, usia (48 tahun)
4. Dian Novita (38 tahun)
5. Eny Soedarwati (49 tahun)
Nama-nama korban itu diumumkan langsung oleh Konsul Jenderal RI (Konjen) RI di Jeddah, Yusron B Ambary saat jumpa pers secara daring melalui zoom meeting Jumat (21/3/2025) pukul 13.30 WAS atau 17.30 WIB.
Baca juga: BREAKING NEWS: 3 Pemuda di Kota Gorontalo Ditangkap Polisi, Diduga Pengedar Sabu
Sementara itu, ada dugaan korban meninggal atas nama Audrya Malika Adam, Dawam Mahmud, Areline Nawallya Adam dan Sumarsih Djarudin merupakan satu keluarga.
Mereka adalah ayah, ibu dan dua putri yang ada dalam rombongan bus jemaah umrah yang mengalami kecelakaan yang membuat bus terbalik dan terbakar ini.
Hubungan kekerabatan atau keluarga korban meninggal ini tersebar di media sosial.
"Keluarga besar SMP Islam Al Azhar 14 ikut berduka cita atas wafatnya Bapak Dawam, Ibu Ade, Arelin, dan Audrya (keduanya adalah alumni Spalza 14) saat menjalankan ibadah umrah di Makkah.
Yusron saat dikonfirmasi ulang tentang hal ini membenarkan jika ada satu keluarga jadi korban kecelakaan ini.
"Iya ada 1 keluarga ayah, ibu dan 2 anak yang wafat karena kecelakaan kemarin," jawbnya,
Tribunnews.com masih mencoba mengonfirmasi pada pihak Travel terkait hal ini.
Lantas, apakah ada jemaah Gorontalo jadi korban kecelakaan?
Meski terdapat jemaah Gorontalo berangkat umrah pada waktu bersamaan, belum ada konfirmasi bahwa mereka termasuk dalam korban kecelakaan bus tersebut.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo Mansur Basir.
"Saya sempat membaca itu berita tetapi sampai dengan hari ini belum ada laporan dari travel ke saya bahwa rangkaian kecelakaan jemaah umrah di Jeddah itu ada dari jemaah Gorontalo. Mudah-mudahan tidak ada ya," ucap Mansur Basir, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Jumat (22/3/2025).
Baca juga: BREAKING NEWS: Kejari Gorontalo Utara Sidik Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Blok Plan
3 korban luka berat dirawat di RS
Dilansir Tribunnews.com, sebelumnya, kecelakaan maut menimpa bus pengangkut jemaah umrah dari Indonesia di Jeddaah, Kamis (20/3/2025) juga menyebabkan 14 luka-luka, 3 diantaranya alami luka berat.
"3 orang alami luka berat dan sedang dirawat di RS, lainnya luka ringan," katanya.
Daftar korban luka dan dirawat
1. Fabian R Respati 14 th (dirawat di RS King abdul Aziz Mahjar) luka bakar serius
2. Ahsantudhonni Ghozali 55 th (dirawat di RS Khulais), retak tulang
3. Muhammad alawi 22 th (dirawat diRS Obhur Jeddah) retak tulang
Identifikasi jenazah korban dilakukan Arab Saudi
Yusron menjelaskan jika saat ini KJRI Jeddah menjalin kerjasama dengan otoritas Kerajaan Arab Sauudi untuk melakukan identifikasi dan pemakaman jenazah korban.
Juga memepercepat pengurusan dokumen milik jemaah yang ikut hangus terbakar.
"Paspor jemaah yang ikut terbakar saat kecelakaan bus ini akan kami bantu percepat pengurusannya untuk dokumen kepulangan ke Indonesia," kata Yusron.
(TribunGorontalo.com/Tribunnews.com)
Sebagian artikel ini dioptimasi dari Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.