Bentrok di Maluku Utara
Bentrok Antarpemuda di Landmark Kota Langgur Maltra, 9 Polisi Terluka dan 2 Warga Meninggal Dunia
Insiden bentrok antarpemuda terjadi di Landmark Kota Langgur, Maluku Utara, Minggu (16/3/2025) dini hari WIT.
"Kami sangat prihatin dan menyesalkan situasi yang terjadi di hari ini, dan saya minta Kapolda Maluku segera mengevaluasi kinerja Kapolres Malra AKBP Frans Duma dan jajaran," pintanya.
Ia menyoroti kinerja Kapolres Malra.
Bahkan tak tanggung-tanggung, ia meminta Kapolres diganti jika tak mampu atasi persoalan tersebut.
"Ganti saja Kapolres jika tak mampu," tambahnya.
"Saya lihat masalah ini seperti berulang-ulang, koordinasi itu penting, masa pemetaan terhadap akar masalah tidak mampu ditemukan," kesalnya.
Dirinya menambahkan, sweeping terhadap sajam juga tidak ada, ini prematur dalam penanganan.
"Saya sudah meminta Komisi I DPRD Maluku segera menindaklanjuti permasalahan ini, kita mendatangi Polda Maluku untuk meminta perhatian serius dari Kapolda untuk masalah ini," cetusnya.
(TribunGorontalo.com/TribunAmbon.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com dengan judul Soroti Bentrok di Malra, Ketua DPRD Maluku Desak Kapolda Ambil Alih Penanganan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-kerusuhan-antarpemuda.jpg)