Tribun HIS
13 Tahun Jual Durian di Gorontalo, Meylan Djafar Banyak Menjajali Daerah Pelosok Sulawesi
Biasanya, beberapa pedangan durian di Kota Gorontalo menggelar dagangannya hanya pada saat waktu-waktu panen saja.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DURIAN-KOTA-GORONTALO-Lapak-buah-milik-Meylan-Djafar-Jumat-1432025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Meylan Djafar ceritakan pengalamannya jualan durian di Gorontalo.
Ia merupakan satu dari sekian banyak pedagang durian di Kota Gorontalo.
Namun bedanya, sejak tahun 2012 ia konsisten jualan durian tanpa mengenal musim.
Biasanya, beberapa pedangan durian di Kota Gorontalo menggelar dagangannya hanya pada saat waktu-waktu panen saja.
Selesai panen, aktivitas jualan mereka di bahu-bahu jalan tak terlihat lagi.
Meylan sendiri tak mengenal musim. Setiap hari dan setiap saat stok duriannya selalu tersedia.
"Karena saya di sini tidak boleh kekosongan (durian)," ungkapnya, Jumat (14/3/2025).
Tiap kali stok mulai sedikit, ia akan datang ke sejumlah daerah di Sulawesi, yang menjadi lumbung panen durian.
Sebagian besar kata Meylan, Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan hasil panen terbanyak.
"Hampir di semua daerah di Sulteng meliputi Poso, Parigi, Toli-Toli, bahkan sampai Mamuju saya (kini Sulawesi Barat)," ungkapnya.
Relasi yang telah terbangun dengan para pedagang lokal, membuat Melyan tak perlu khawatir jika sewaktu-waktu membutuhkan durian.
"Misalnya di Desa Sigenti, itu menjadi daerah dengan hasil panen durian yang banyak," bebernya.
Kondisi panen di beberapa daerah membuat Meylan dan suaminya harus mobile penuh.
Tak hanya dari Sulteng, Meylan juga banyak menyisir desa-desa di pesisir Selatan Provinsi Sulawesi Utara.
Bahkan untuk stok durian montong, Meylan telah memiliki suplayer dari Bone Bolango dan Paguyaman.
| Mengenal Nurlia Herman, Mahasiswi Gorontalo Aktif Pengembangan Diri Hingga Terus Berprestasi |
|
|---|
| 30 Tahun Arungi Laut Tomini, Nelayan Leato Selatan Curhat Tak Mampu Kuliahkan Anak Perempuan |
|
|---|
| Cerita Romi Bakir Jadi Tenaga Honorer Gorontalo Selama 20 Tahun, Kini Lulus Jadi PPP3 |
|
|---|
| Lolos jadi Anggota Polri, Pemuda Gorontalo Ini Awalnya Kuli Bangunan dan jadi Ojol |
|
|---|
| Alwi Arridha Buchari Kasim Cerita Habiskan Satu Semester Magang di Taiwan |
|
|---|