Berita Viral
Kapolres Ngada Lecehkan 3 Anak di Bawah Umur, Anggota DPR: Mati Lebih Pantas
Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, menjadi sorotan publik saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Selly-Andriany-Gantina-dan-Kapolres-Ngada.jpg)
Hal ini perlu dilakukan agar uang hasil bisnis narkoba bisa disita dan pelaku tidak bisa mengendalikan bisnis narkoba dari dalam tahanan.
“Karena kalau duitnya nggak habis, di dalam penjara pun masih bisa mengendalikan,” kata Wahyu.
“Kita punya porsi sendiri-sendiri, ranahnya (saat ini) penanganan orang-orang yang terlibat dalam jaringan baru (ditangani) Bareskrim,” imbuhnya.
Respons Kapolda NTT
Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengungkapkan, dirinya tidak tahu secara detail terkait penangkapan Fajar oleh petugas Divisi Propam Mabes Polri.
"Saya tidak mengerti, tapi itu Mabes Polri yang mengamankan. Nanti biar Mabes Polri yang tahu kasusnya, saya juga tidak tahu," katanya saat ditemui di Polda NTT, Senin, dikutip dari Tribunnews.
Daniel menyatakan, sejak penangkapan Fajar, ia tidak mendapatkan informasi apa pun mengenai pengamanan Kapolres Ngada itu.
"Mabes Polri hanya menyampaikan tembusan kepada saya bahwa telah mengamankan seorang anggota kepolisian," terangnya.
Namun, Daniel menanggapi dengan positif atas langkah yang dilakukan Propam.
"Kami bersyukur jika ini dilakukan dengan baik, tidak pandang bulu meski jabatannya tinggi. Kapolri tidak memandang bulu untuk melakukan tindakan tegas," ujarnya.
(TribunGorontalo.com/KompasTV)