Senin, 9 Maret 2026

Berita Viral

Hanya Karena Sukai Postingan Lelaki, Pelajar di Blitar Ini Viral Jadi Korban Bullying

Pelajar di Blitar menjadi korban bullying. Hal itu dikarenakan masalah sepele. Hanya karena pelajar tersebut menyukai postingan lelaki.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Hanya Karena Sukai Postingan Lelaki, Pelajar di Blitar Ini Viral Jadi Korban Bullying
DALL E
KORBAN BULLYING - Ilustrasi yang dibuat menggunakan aplikasi AI menunjukkan siswa korban bullying. Pelajar di Blitar jadi korban bullying hanya karena ngelike postingan lelaki 

"Saya berusaha menenangkan anak saya dan berusaha untuk ikhlas dengan itu, tapi selang dua minggu kemudian anak saya di-bully lagi," ungkap SK.

"Yang membuat saya tidak terima adalah anak saya kali ini dibully dengan ditendang, jadi saya kembali mendatangi sekolah," terangnya.

SK ingin mencari tahu terduga pelaku melalui petunjuk anaknya. Ternyata pelaku diduga merupakan anak dari guru agama di sekolah tersebut.

Hanya saja, pihak sekolah seakan meragukan kesaksian anak SK.

"Jelas-jelas anak saya sudah menunjuk langsung terduga pelaku tapi lagi-lagi diragukan sama pihak sekolah. Saya yakin anak saya tidak berbohong," paparnya.

Baca juga: Akun IG Bupati Pekalongan Viral, Balas Kritikan Warga di Medsos Pakai Bahasa Kasar dan Mengancam

Pihak sekolah justru menuding siswa lain sebagai terduga pelaku.

"Sekolah itu bahkan mendatangkan tiga orang di ruangan kepsek, anak saya diminta oleh kepsek untuk menunjuk siapa pelakunya, lagi-lagi anak saya menunjuk terduga pelaku yang sama," tutur SK.

"Setelah itu kepsek mengacak lagi posisi berdiri tiga terduga pelaku itu, lagi-lagi anak saya menunjuk orang yang sama, ini diulang sampai beberapa kali," tambahnya.

SK pun menyayangkan kurangnya keberpihakan pihak sekolah terhadap korban bullying.

Pasalnya, anak SK ini sudah lebih dari tiga kali mengalami kejadian serupa.

"Guru itu bilang 'yang penting tidak luka'. Kata-kata ini menyakiti hati saya. Saya menangis dan merasa sangat sedih dengan itu," ucap SK dengan air mata berderai.

Baca juga: Viral di Media Sosial Aksi Ibu-ibu Beli Motor Pakai Kertas Bertuliskan Rp10 Miliar

Yang paling membuat SK sakit hati adalah pernyataan kepala sekolah tidak bisa menjamin anaknya bebas perundungan.

"Kepsek bilang mereka tidak bisa menjamin anak saya tidak di-bully lagi. Saya khawatir anak saya di-bully lagi, sementara mereka (siswa) cukup lama di sekolah," akunya.

Selain itu, orang tua terduga pelaku disebut tidak pernah meminta maaf kepada dirinya.

SK telah melaporkan insiden ini ke Dinas Perlindungan Anak (PPA) Kota Gorontalo.

Ia berharap mendapat keadilan dan anaknya tidak lagi menjadi sasaran bullying di sekolah.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved