Rabu, 11 Maret 2026

Berita Viral

Hanya Karena Sukai Postingan Lelaki, Pelajar di Blitar Ini Viral Jadi Korban Bullying

Pelajar di Blitar menjadi korban bullying. Hal itu dikarenakan masalah sepele. Hanya karena pelajar tersebut menyukai postingan lelaki.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Hanya Karena Sukai Postingan Lelaki, Pelajar di Blitar Ini Viral Jadi Korban Bullying
DALL E
KORBAN BULLYING - Ilustrasi yang dibuat menggunakan aplikasi AI menunjukkan siswa korban bullying. Pelajar di Blitar jadi korban bullying hanya karena ngelike postingan lelaki 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pelajar di Blitar menjadi korban bullying.

Hal itu dikarenakan masalah sepele.

Hanya karena pelajar tersebut menyukai postingan lelaki.

Aksi bullying yang didapatkan pelajar itu pun viral di media sosial.

Dilansir dari TribunJatim.com, Unit Reskrim Polsek Sanankulon Polres Blitar Kota kemudian turun tangan menyelidiki video viral aksi bullying tersebut.

Baca juga: Viral, BBM Pertamax Dicampur Air, Mobil Milik Warga di Solo pun Mogok

Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar mengatakan aksi bullying terjadi sudah lama pada 27 Februari 2025.

"Kasus itu viral di medsos. Setelah Polsek melakukan penyelidikan dan dicari lokasi kejadian, akhirnya ditemukan lokasi kejadian," kata Samsul, Sabtu (8/3/2025).

Samsul menjelaskan, kronologi kasus bullying bermula ketika korban didatangi empat gadis teman sekolahnya di rumahnya Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Korban dijemput di rumahnya kemudian diajak keluar oleh para pelaku. Sampai di jalan sepi, korban diajak berhenti dan ditanyai oleh para pelaku.

Sedang para pelaku sebagian warga Sanankulon dan sebagian warga Srengat.

Baca juga: Ngaku Jadi Imam Mahdi, Pria di Garut Viral Minta Kiblat Umat Muslim Diubah ke Arah Timur

"Pelaku tanya ke korban kenapa kamu ngelike (menyukai) postingan pacarnya (pelaku). Lalu terjadi salah paham, korban dipukul dan ditendang oleh pelaku," ujarnya.

Dikatakan Samsul, pasca kejadian, awalnya korban takut untuk melapor ke polisi. Korban juga tidak berani cerita kepada orang tuanya.

Setelah didatangi Polsek Sanankulon, korban baru mau melapor ke Polres Blitar Kota. Sekarang, korban dan orang tuanya menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Blitar Kota.

"Korban dan pelaku merupakan teman satu sekolah di salah satu SMP di wilayah Srengat. Sementara korban dan orang tua diperiksa di Unit PPA," ujarnya.

Sampai sekarang, kata Samsul, korban masih merasakan nyeri di bagian perut dan wajah karena dipukul dan ditendang oleh pelaku.

Baca juga: Gaji Main Bola 8 Bulan Tak Dibayar, Mantan Pemain Timnas Ini Viral Jadi Penjual Es

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," katanya. 

KASUS LAIN: 

Siswa Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Bullying di SD Kota Gorontalo, Ortu Lapor PPA

SK, orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 41 Hulonthalangi, Kota Gorontalo, menceritakan anaknya menjadi korban perundungan (bullying).

Siswa berinisial J (11) disebut mengalami trauma mendalam akibat perundungan verbal hingga kekerasan fisik.

Menurut SK, kejadian ini berlangsung sejak September 2024 hingga Januari 2025. 

Baca juga: Sudah Berencana Nikah Malah Diselingkuhi, Pria di Tegal Viral Usai Tusuk Pacar Sampai Tewas

"Anak saya dibully secara lisan dan fisik, dan itu berlangsung sampai beberapa kali," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (16/1/2025).

Awalnya orang tua korban melihat anaknya yang begitu murung dan terlihat sedih. 

Kata SK, ia merasakan anaknya sedang tidak baik-baik saja saat itu.

"Karena saya melihat anak saya seperti ada yang beda, makanya saya tanyakan langsung, ada apa dan kenapa? Akhirnya dia mau mengaku, ternyata di-bully temannya," jelasnya.

SK mengaku awalnya anaknya di-bully oleh kakak kelas korban. 

J yang merupakan anak berkebutuhan khusus itu diejek oleh teman-temannya.

Setelah mendengar pengakuan J, SK sebagai orang tua lantas tak terima anaknya diperlakukan semena-mena.

Baca juga: Seskab Mayor Teddy Kembali Viral Karena Kini Resmi Naik Pangkat Jadi Letkol

Namun SK berniat menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.

Setelah bertemu pihak sekolah, SK mengaku tidak mendapatkan solusi terbaik. 

"Saya berusaha menenangkan anak saya dan berusaha untuk ikhlas dengan itu, tapi selang dua minggu kemudian anak saya di-bully lagi," ungkap SK.

"Yang membuat saya tidak terima adalah anak saya kali ini dibully dengan ditendang, jadi saya kembali mendatangi sekolah," terangnya.

SK ingin mencari tahu terduga pelaku melalui petunjuk anaknya. Ternyata pelaku diduga merupakan anak dari guru agama di sekolah tersebut.

Hanya saja, pihak sekolah seakan meragukan kesaksian anak SK.

"Jelas-jelas anak saya sudah menunjuk langsung terduga pelaku tapi lagi-lagi diragukan sama pihak sekolah. Saya yakin anak saya tidak berbohong," paparnya.

Baca juga: Akun IG Bupati Pekalongan Viral, Balas Kritikan Warga di Medsos Pakai Bahasa Kasar dan Mengancam

Pihak sekolah justru menuding siswa lain sebagai terduga pelaku.

"Sekolah itu bahkan mendatangkan tiga orang di ruangan kepsek, anak saya diminta oleh kepsek untuk menunjuk siapa pelakunya, lagi-lagi anak saya menunjuk terduga pelaku yang sama," tutur SK.

"Setelah itu kepsek mengacak lagi posisi berdiri tiga terduga pelaku itu, lagi-lagi anak saya menunjuk orang yang sama, ini diulang sampai beberapa kali," tambahnya.

SK pun menyayangkan kurangnya keberpihakan pihak sekolah terhadap korban bullying.

Pasalnya, anak SK ini sudah lebih dari tiga kali mengalami kejadian serupa.

"Guru itu bilang 'yang penting tidak luka'. Kata-kata ini menyakiti hati saya. Saya menangis dan merasa sangat sedih dengan itu," ucap SK dengan air mata berderai.

Baca juga: Viral di Media Sosial Aksi Ibu-ibu Beli Motor Pakai Kertas Bertuliskan Rp10 Miliar

Yang paling membuat SK sakit hati adalah pernyataan kepala sekolah tidak bisa menjamin anaknya bebas perundungan.

"Kepsek bilang mereka tidak bisa menjamin anak saya tidak di-bully lagi. Saya khawatir anak saya di-bully lagi, sementara mereka (siswa) cukup lama di sekolah," akunya.

Selain itu, orang tua terduga pelaku disebut tidak pernah meminta maaf kepada dirinya.

SK telah melaporkan insiden ini ke Dinas Perlindungan Anak (PPA) Kota Gorontalo.

Ia berharap mendapat keadilan dan anaknya tidak lagi menjadi sasaran bullying di sekolah.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved