Minggu, 8 Maret 2026

Donald Trump

Donald Trump Menggila, Kini Ancam Rusia dan China hingga Surati Pemimpin Tertinggi Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Rusia terkait perdamaian di Ukraina.  Trump mengancam China dan Rusia agar mendukung denuklirisasi di

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Donald Trump Menggila, Kini Ancam Rusia dan China hingga Surati Pemimpin Tertinggi Iran
YouTube The White House/Ayatollah Ali Khamene/ WORLD ECONOMIC FORUM/ DW/Reuters
ANCAMAN TRUMP - Presiden AS Donald Trump, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin. Donald Trump Menggila Ancam Rusia dan China hingga Surati Pemimpin Tertinggi Iran 

"Untuk Rusia dan Ukraina, duduklah di meja perundingan sekarang juga, sebelum terlambat. Terima kasih!!!" pungkas Trump dalam unggahannya.

Kebijakan ini dilancarkan Trump setelah pasukan Rusia hampir sepenuhnya mengepung ribuan tentara Ukraina yang sebelumnya menyerbu wilayah Kursk, Rusia, pada musim panas lalu.

Terkait hal tersebut, Trump menilai, langkah Rusia untuk memukul balik Ukraina di Kursk merupakan salah satu upaya Putin untuk segera mengakhiri perang.

 "Saya pikir dia (Putin) ingin menghentikan dan menyelesaikan konflik ini, dan saya pikir dia sedang menyerang mereka lebih keras daripada sebelumnya. Saya rasa siapa pun dalam posisi itu akan melakukan hal yang sama saat ini," ujar Trump mengenai serangan militer Putin kepada tentara Ukraina di Kursk seperti yang dikutip dari Reuters

Di lain pihak, Trump mengaku, Ukraina juga terlihat seperti tak serius untuk segera mengakhiri perang setelah dirinya bertemu Presiden Volodymyr Zelensky beberapa hari yang lalu..

"Saya merasa semakin sulit, jujur saja, untuk berurusan dengan Ukraina," tambah Trump.

Posisi Ukraina di Kursk sendiri telah memburuk tajam dalam tiga hari terakhir, menurut peta sumber terbuka.

Serangan balasan Rusia hampir membelah pasukan Ukraina menjadi dua dan memisahkan kelompok utama dari jalur suplai utama mereka.

"Kondisi (bagi Ukraina di Kursk) sangat buruk," kata Pasi Paroinen, seorang analis militer dari Black Bird Group yang berbasis di Finlandia, kepada Reuters.

Pasukan Rusia juga merusak infrastruktur energi dan gas di dalam Ukraina pada malam hari dalam serangan rudal besar pertama mereka sejak AS menangguhkan berbagi intelijen dengan Ukraina.

 Sepuluh orang, termasuk seorang anak, terluka, menurut pejabat Ukraina.

Terkait serangan balik Rusia di Kursk, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pun menyerukan gencatan senjata yang mencakup udara dan laut.

"Langkah pertama menuju penegakan perdamaian yang nyata adalah memaksa satu-satunya sumber perang ini, Rusia, untuk menghentikan serangan-serangan seperti itu," kata Zelenskyy melalui aplikasi pesan Telegram.

Sementara itu, Moskow telah menolak gagasan gencatan senjata sementara yang juga diusulkan oleh Inggris dan Prancis, dan menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mengizinkan pasukan penjaga perdamaian dari negara-negara NATO masuk ke Ukraina

Rusia, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, sudah tunduk pada sanksi luas yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya setelah Moskow menginvasi Ukraina pada Februari 2022 lalu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved