Tribun UMKM
Kisah Maswia Pedagang Bahan Pokok di Pasar Liluwo Gorontalo, 16 Tahun Berjualan
Maswia (42) membagikan cerita pengalamannya berjualan selama 16 tahun di Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Maswia-melayani-pembeli.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Maswia (42) membagikan cerita pengalamannya berjualan selama 16 tahun di Kota Gorontalo.
Saat ditemui, Maswia tengah sibuk menanti pembeli di Pasar Liluwo, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (4/3/2025).
Maswia mengaku sudah berjuala seja 2009.
Selama ini pendapatannya tidak stabil. Namun, ia tetap bersyukur atas rezeki yang diperolehnya setiap hari.
Maswia memulai usahanya sejak pasar lama masih beroperasi.
Kala itu, anak-anaknya masih belia.
Selama bertahun-tahun, ia telah mengalami berbagai tantangan dalam berdagang.
"Namanya orang jualan, tidak selalu untung. Kadang di bawah tapi alhamdulillah, sehari itu pasti ada. Intinya jangan bilang tidak ada, pasti ada itu. Tidak mungkin untung terus, pasti besok naik, besoknya turun, tidak menentu," ungkapnya.
Maswia menjual berbagai jenis bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, beras, cabai, hingga minyak goreng.
Awalnya, Maswia berdagang di Pasar Sentral. Kondisi pasar yang semakin sepi memaksanya pindah ke pasar Liluwo.
"Dulu saya juga jualan di Sentral tapi di sana sunyi, jadi saya memilih berjualan di sini," katanya.
Maswia mengungkapkan bahwa Ramadan saat ini membawa tantangan tersendiri bagi pedagang seperti dirinya.
Menurutnya, banyak rumah makan dan usaha katering tutup sehingga permintaan bahan pokok mengalami penurunan dari biasanya.
Namun ia tetap bersyukur karena masih ada pelanggan yang datang membeli dagangannya.
"Kalau untuk bulan Ramadan, rumah makan dan katering banyak yang libur, jadi pasti berpengaruh,"