Korupsi Dirut Pertamina

Siapa Muhammad Kerry Adrianto Riza? Tersangka Skandal Korupsi Pertamina

Muhammad Kerry Adrianto Riza menjadi tersangka kasus korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang.

Editor: Fadri Kidjab
Kolase Hangtuah id/voktis.id
TERSANGKA KORUPSI: Foto Muhammad Kerry Adrianto Riza. Pemilik Klub Hangtuah ini resmi dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Muhammad Kerry Adrianto Riza menjadi tersangka kasus korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena mengakibatkan kerugian negara senilai 197,3 triliun.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Kerry sebagai tersangka atas perannya sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.

Melansir Kompas.com, Kerry dikenal sebagai anak taipan minyak Muhammad Riza Chalid yang pernah terseret kasus "Papa Minta Saham" pada 2015.

Selain Muhammad Kerry Adrianto Riza tersangka, Kejagung juga menjerat tiga orang dari Pertamina dan tiga broker.

Salah satunya adalah Riva Siahaan (RS) selaku Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga. 

Kerry bersama enam tersangka lainnya ditahan selama 20 hari ke depan untuk proses pemeriksaan.
 
“Berdasarkan keterangan saksi, keterangan ahli, bukti dokumen yang telah disita secara sah, tim penyidik pada malam hari ini menetapkan tujuh orang sebagai tersangka,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar dikutip dari Antara, Senin (24/2/2025).

Profil Muhammad Kerry Adrianto

Riza Kerry yang berurusan dengan Kejagung setelah kasus korupsi Pertamina terbongkar merupakan anak Riza Chalid dan Roestriana Adrianti yang lahir pada 15 September 1986. 

Berdasarkan catatan Antara, anak Riza Chalid tersangka tersebut menduduki posisi sebagai Presiden Kidzania, wahana interaktif untuk anak yang menggabungkan bermain dan belajar melalui permainan peran. 

Ia juga berstatus sebagai petinggi Hangtuah, klub bola basket yang kini berkompetisi di Indonesian Basketball League (IBL). 

Sementara itu, pemberitaan Tribunnews, Selasa (25/2/2025) menunjukkan bahwa Kerry pernah menempuh pendidikan di Jakarta. Kemudian, Kerry pindah ke Singapura bersama kedua orangtuanya pada 1998.

Di Negeri Singa, ia menempuh pendidikan di United World College South East Asia pada 2000-2004.

Ia kemudian menempuh studi di jurusan Imperial College, University of London pada 2004-2008. Kerry lulus dari universitas tersebut dengan gelar BSc Applied Business Management. 

Di luar rekam jejak pendidikan, Kerry juga dikenal sebagai Komisaris Utama GAP Capital yang merupakan perusahan manajer investasi. 

Ia juga menduduki posisi sebagai Presiden Direktur PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi dan PT Navigator Khatulistiwa, perusahaan yang mengoperasikan kapal tongkang, tanker minyak, tunda, dan pengangkut gas. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved