Universitas Negeri Gorontalo
Ni Luh Putu Desi Parwati Penjual Buket di Kota Gorontalo, Raup Omzet Rp 6 Juta per Bulan
Saat ditemui TribunGorontalo.com, wanita akrab disapa Ni Luh ini tengah sibuk melayani pembeli di Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nilu-Putri-Siparwati.jpg)
Ia menjual buket mulai dari harga Rp 8.000 sesuai ukuran dan jenis buket.
Nilu membuat model-model buket yang menarik dari segi warna bunga, jenis snack, uang, hingga model boneka.
"Saat awal jualan buket, kami hanya terjual sampai 50 picis per harinya. Namun sekarang allhamdulilah sudah banyak langganan, dan bahkan bisa lebih dari 50 picis per hari," bebernya.
Adapun penggunaan kertas dekorasi (decorative paper) buket untuk hadiah disesuaikan keinginan pelanggan.
Ni Luh menyebut buket miliknya paling banyak dibeli oleh orang-orang terdekat.
"Biasa yang pesan ke saya itu orang terdekat, perayaan hari guru, hari wisudah, ulang tahun, hari ibu, dan hari-hari spesial lainnya," jelas Nilu.
Baca juga: Safrin Lamusrin Mahasiswa UNG Gorontalo Ungkap Tips Membagi Waktu Kuliah dan Berorganisasi
Ni Luh diketahui menjual berbagai jenis buket, mulai dari buket bunga, buket makanan ringan (snack), buket uang, serta buket boneka.
"Kalau untuk buket uang kami menggunakan uang asli, jarang untuk menggunakan uang palsu, kecuali ada customer yang request," tuturnya.
Omzet per bulan dari hasil penjualan buket ini mencapai Rp 6 jutaan.
"Kalau banyak yang terjual biasanya kami dapat untung sampai Rp 6 juta per bulannya," ungkapnya.
Seiring waktu, Ni Luh mulai mempekerjakan orang untuk membantu pembuatan buket.
Semua buket dibuat di rumah pribadi Ni Luh.
"Untuk saat ini saya ada dua karyawan yang turut bersama membuat buket ini. Kami sekarang buatnya hanya di rumah, belum punya toko sendiri. Nanti kalau ada yang pesan, kami buatkan," terangnya.
Berkat totalitasnya itu, Ni Luh kini memiliki pelanggan setia.
"Saya suka dengan rangkaian buket di sini karena rapi dan banyak pilihan warnanya," tukas Wina, pelanggan buket Ni Luh. (*)